Tak Berkategori  

Kala Para Lansia Antri untuk Divaksin

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 tahap kedua untuk warga lanjut usia (lansia). (antara)

PADANG – Puluhan lansia berjejer menunggu di kursi-kursi yang tersedia di halaman Puskesmas Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Mereka datang ke fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama itu untuk antrean untuk dipanggil namanya sebagai calon penerima vaksin Sinovac.

Para lansia itu ada yang datang sendiri, bersama istri, anak ataupun berkumpul sesama usia. Mereka dengan sabar menunggu petugas kesehatan memanggil namanya setelah mendaftar di loket pendaftaran.

Di Puskesmas Andalas terdapat sejumlah loket pendaftaran. Tujuannya untuk memecah kerumunan massa dan prokes tetap berjalan sesuai ketentuan berlaku.

Adalah Bujang (60), seorang warga Jati datang bersama anaknya. Dia mengaku tak takut divaksin. Vaksin baginya sangat penting, sebagai penangkal masuk virus Covid-19 ke tubuhnya.

“Manga lo ka takuik divaksin,” jawabnya ketika ditanya takut atau tidak divaksin jelang akhir pekan lalu.

Menurutnya, orang yang takut divaksin adalah yang belum mendapat informasi lengkap dari pihak bersangkutan. Akibatnya sebagian masyarakat masih takut divaksin.

“Orang dekat rumah saya banyak juga yang tak mau divaksin. Lalu saya jelaskan manfaat vaksin untuk kesehatan mereka. Ada yang mau mendengar dan ada pula yang tak mau sama sekali. Jadi, saya ikut vaksin sekarang untuk
membuktikan ke teman-teman saya yang lain, kalau vaksin itu aman dan tidak seperti yang diinformasikan media tak jelas,” terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ribuan lansia di Padang sangat antusias melakukan vaksin. Itu terlihat disejumlah fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas Andalas dan Puskesmas Lubuk Kilangan.

Plt Wali Kota Padang Hendri Septa, mengapreasiasi para lansia tersebut. Sebab mereka bersemangat untuk divaksin sebagai antisipasi pencegahan penularan virus Covid-19. “Kita beri apresiasi kepada ibu bapak kita yang lansia. Mereka rela datang ke puskesma untuk mendapatkan vaksin. Ini sesuatu yang positif dan harus diapresiasi,” katanya saat melaunching program vaksinisasi bagi lansia dan umum di Puskesmas Andalas, Sabtu (6/3).

Dijelaskannya, vaksinasi merupakan upaya konkrit dari pemerintah yang bertujuan untuk melindungi dan memperkuat sistem kesehatan masyarakat secara menyeluruh dari penyebaran Covid-19. Begitu juga vaksinasi Covid-19 adalah upaya untuk menurunkan kesakitan dan kematian, serta mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulayni mengatakan di Puskesmas Andalas ini kegiatan vaksinasi diikuti mencapai 800 orang yang terdiri dari kelompok usia lansia dan juga para aparat pelayan publik. Kemarin Jumat (3/2021) di Kelurahan Kampung Pondok juga diikuti lebih 1000 orang bertempat di Gedung Himpunan Tjinta Teman (HTT).

“Kita telah targetkan, dalam waktu dekat vaksinasi ini telah diikuti mencapai 5000 an lansia dan juga aparat pelayan publik di Kota Padang. Semoga terus berlanjut dengan baik, dimana sesuai harapan untuk vaksinasi Covid-19 menargetkan bisa menyasar 700 ribu dari jumlah penduduk di Kota Padang,” terang Feri Mulyani.

Dia mengajak masyarakat mendukung dan sukseskan program vaksinasi ini. “Semoga saja dengan segala upaya yang kita lakukan, pandemi Covid-19 bisa berakhir secepatnya khususnya di Kota Padang. Sehingga, kita bisa hidup dan beraktifitas kembali seperti sedia kala,” katanya.

Saat ini Kota Padang sudah memasuki zona kuning dan diharapkan terus membaik hingga menjadi hijau

Pada kempatan yang sama Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Padang, Depitra Wiguna, mengatakan dalam penyelenggaraan vaksinasi bagi lansia dan masyarakat ini, yang tak kalah pentingnya melalui serangkaian proses edukasi terhadap sasaran vaksinasi. Tujuannya agar masyarakat mendapat peningkatan pengetahuan yang sekaligus memberikan kounter terhadap informasi negatif atau hoax terhadap vaksinasi. (yuke)