oleh

Kalah di Final Liga Champions Jadi Momen Terburuk Pochettino Sebagai Pelatih

MUNICH – Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino masih memendam kekecewaan ketika timnya takluk dari Liverpool di Final Liga Champions 2018-2019. Kekalahan itu bahkan disebut sebagai momen terburuk Pochettino selama berkarier sebagai pelatih.

Pochettino menyamakan kekecewaan tersebut sama seperti dirinya membela Timnas Argentina di Piala Dunia 2002. Kala itu, Argentina harus tersingkir dari babak penyisihan Grup F setelah dikalahkan Inggris dan bermain imbang kontra Swedia.

Rasa sakit itu kemudian terulang kembali kala Pochettino gagal membawa Tottenham menjuarai Liga Champions 2018-2019. Tetapi harapan merebut trofi yang sudah ada di depan mata harus pupus kala takluk dari Liverpool di laga puncak.

“Itu sangat buruk. Saya membandingkannya dengan musim panas 2002, ketika (Argentina) bermain imbang dengan Swedia dan dikalahkan Inggris di babak penyisihan grup di Piala Dunia dalam waktu satu minggu,” ungkap Pochettino, mengutip dari Marca, Selasa (30/7).

“Sebagai pemain dan pelatih, keduanya adalah momen terburuk dalam karier saya. Kami memiliki tiga minggu yang paling sulit untuk dipersiapkan sebelum final. Kami sangat kecewa dengan cara kami kalah,” tambahnya.

Pada laga puncak, Tottenham harus menyerah dari Liverpool dengan skor 0-2. Gol Mohamed Salah dan Divock Origi membuat Tottenham pulang dengan status runner-up di ajang Liga Champions 2018-2019. (aci)

Berita Terkait