oleh

Kampus III di Dharmasraya Memprihatinkan, Mahasiswa Unand Demo

PADANG – Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, seratusan mahasiswa Universitas Andalas (Unand) menggelar aksi di kampus tersebut. Salah satu tuntutan mereka adalah meminta kejelasan pihak universitas tentang kampus III Unand di Dharmasraya yang minim fasilitas dan kurang mendapat perhatian.

Sebelum bertemu dengan pihak kampus, ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Keluarga Mahasiswa Unand Berdaulat itu melakukan longmarch dari Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) menuju ke depan gedung auditorium. Dalam aksinya mahasiswa meneriakkan yel-yel dan tuntutan mereka terkait dengan fasilitas dan kebijakan kampus.

Aksi mahasiswa ini kemudian disambut oleh Wakil Rektor I, II, III dan IV Unand. Pada kesempatan itu rektor tidak bisa hadir menemui mahasiswa karena sedang ada pertemuan di Institut Teknik Bandung.

Koordinator Utama Aksi, Ismail Zainuddin mengatakan aksi ini murni atas dasar keresahan, sebagaimana nasib rekan-rekannya yang kuliah di Kampus III Unand yang minim fasilitas. Ia pun menekankan bahwa aksi ini tidak ditunggangi siapapun, dimana Unand saat ini sedang dalam proses pemilihan rektor baru.

Dalam pertemuannya dengan Wakil Rektor Unand, perwakilan mahasiswa dari Kampus III Unand Dharmasraya, Rama Ramli menilai apa yang ia dan mahasiswa lain rasakan di kampus III Unand, baik dari segi fasilitas dan kenyamanan belajar mengajar, tidak seperti halnya kampus induk Unand di Limau Manis. “Kami ingin meminta kejelasan MoU antara pemda setempat dengan Unand tentang aset bangunan kampus III Unand ini,” katanya.

Perwakilan mahasiswa kampus III Unand Dharmasraya lainnya, Sofianto menambahkan, Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibebankan kepada mereka dinilai tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan dalam perkuliahan. Bukan saja tentang kejelasan kepemilikan aset bangunan, Sofianto juga menyampaikan tentang kondisi kelas yang memprihatinkan.

“Hewan ternak warga sekitar seringkali masuk ke kawasan kampus. Dengan kondisi cuaca Dhamasraya yang panas, ruang kelas kami juga tidak dilengkapi AC atau kipas angin. Transportasi juga sulit,” ujarnya.

Menanggapi hal ini Wakil Rektor II, Syafrizal mengatakan, bahwa kampus III Unand di Dharmasraya bukan aset Unand. Jadi pihaknya tak bisa melakukan perbaikan atau juga pembangunan untuk kampus tersebut. Beda dengan Kampus II di Payakumbuh yang memang sudah sepenuhnya aset Unand. Sebelumnya, kata Syafrizal, Pemda Kabupaten Dharmasraya telah menandatangani kerjasama dengan Unand pada Februari 2018.

Perjanjian ini juga merupakan komitmen pemda setempat untuk memperjuangkan eksistensi kampus III Unand di Dharmasraya. “Namun untuk perbaikan ataupun penambahan fasilitas di kampus III itu belum bisa dilakukan, karena tanah dan bangunan itu bukan aset Unand. Hal ini sudah kita laporkan ke Dikti untuk ditindaklanjuti,” katanya. (wahyu)

News Feed