oleh

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mentawai Kekurangan Personel

KN. SAR 240 Ramawijaya diperuntukkan demi memudahkan tim Search and Rescue (SAR) melakukan pencarian korban laka laut siaga di Dermaga Tuapeijat. (ricky)

TUA PEIJAT –  Masuk tahun anggaran 2018, Pos Search and Rescue (SAR) Mentawai naik status. Sebagai permulaan, instansi yang bernama Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mentawai itu sudah dilengkapi dengan sebuah kapal besi sepanjang 40 meter KN. SAR 240 Ramawijaya, guna mempermudah melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban hilang di laut.

“Kita bersyukur wilayah Sumatera Barat sudah mempunyai dua Kantor SAR. Pemerintah pusat memperhatikan kawasan 3T. Yang dulunya Pos, sekarang sudah dinaikkan statusnya menjadi Kantor. Tapi semua ini tak lepas dari kekompakan Pemkab Mentawai dan Pemprov Sumbar yang ingin memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung, sehingga mereka gigih untuk langsung datang ke Basarnas untuk memperjuangkan kenaikan status Pos Sar dan penambahan armada pencarian dan pertolongan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mentawai, Akmal di kantornya, Senin (15/1).

Namun dengan kenaikan status ini, ternyata Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mentawai masih didukung dengan jumlah personel seadanya. Saat ini tercatat hanya 9 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 10 Anak Buah Kapal (ABK) KN. SAR 240 Ramawijaya yang berstatus sebagai tenaga kontrak.

“Pada prinsipnya kita memang masih kurang. Pertama, personel. Idealnya adalah melaksanakan siaga 3 tim dimana satu tim beranggotakan 12 orang, ditambah nanti tenaga-tenaga administratif sekitar 10 orang. Sekitar 46 orang idealnya untuk sebuah kantor pencarian dan pertolongan. Tapi sekarang masih kurang,” terang Akmal.

Sementara pada transportasi laut, dilengkapi dengan 1 unit Rigid Inflatable Boat (RIB), 2 perahu karet dan 1 unit KN. SAR 240 Ramawijaya. Transportasi darat 1 unit truk personil, 1 unit mobil Rescue Carer dan 2 unit sepeda motor trail.

Dengan kenaikan status ini, nantinya Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mentawai berencana akan membentuk 2 Unit Siaga SAR yang akan dibangun di Siberut dan Sikakap. Dengan ini, penambahan personil dan armada musti dilakukan.

“Kita masih menginginkan adanya 2 Unit Siaga SAR. Bahwa kita masih punya satu rigid, kita menginginkan sebenarnya idealnya penambahan rigid dua lagi. Jadi di setiap Unit Siaga SAR ada satu rigid, dua perahu karet. Walaupun di Tuapejat kini ada KN. SAR 240 Ramawijaya, tapi juga sebaiknya kita siagakan rigid dan dua perahu karet. Sebagai mengantisipasi nanti kalau mendadak misalnya trouble, masih ada cadangan yang kita gunakan. Itu kembali ke pusat lagi semuanya,” tuturnya.

Meski demikian, Akmal menyebutkan, kekurangan personel dan armada tak lantas menjadikan instansi yang dipimpinnya menjadi lemah, sebab pada prinsipnya Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mentawai dalam operasionalnya turut dibantu TNI, Polri, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Kesehatan, BPBD dan LSM yang tergabung ke dalam Tim Sar gabungan.  (Ricky)

Loading...

Berita Terkait