Kapal Barang yang Hilang di Perairan Mentawai Ditemukan

KM Harapan Bersama diderek KM Eva menuju Pelabuhan Muaro Padang. (ist)

PADANG – Kapal bermuatan manau dan kopra yang hilang kontak sejak Senin (7/5 lalu akhirnya ditemukan di sekitar Perairan Pulau Pandan, Kamis (10/5).

KM Harapan Bersama sebelumnya diduga hilang karena mati mesin, sehingga alat komunikasi radio yang terdapat pada kapal itu juga tak dapat beroperasi. Kapal itu ditemukan pada jarak 68,45 kilometer dari pelabuhan Muaro Padang dan 45 atau 83,25 kilometer dari Pelabuhan Maileppet, Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai.

“Ditemukan oleh KM Mentawai Indah pada jam 8 pagi tadi, dimana kondisi¬†ABK selamat. Kondisi mesinnya mati. Dia (KM Harapan Bersama) mati mesin, makanya dia tidak bisa melakukan pergerakan. Alat komunikasi radio mati karena mesin tidak berfungsi,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Kepulauan Mentawai, Akmal.

Pada operasi pencarian hari ketiga ini, tim SAR gabungan menerjunkan 2 kapal pencari yang terdiri dari KN SAR Ramawijaya 240 milik Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Kepulauan Mentawai dan KN SAR Yudhistira 227 kepunyaan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang serta turut dibantu oleh pemilik KM Harapan Bersama dengan
mengerahkan dua unit kapal, KM Eva dan KM Mentawai Indah.

Pasca ditemukan, kapal tersebut diderek KM Eva ke pelabuhan Muaro Padang, satu jam sejak ditemukan dan turut dibantu 2 kapal SAR.”Setelah ditemukan mereka jam 8, kebetulan KM Mentawai Indah dengan KM Eva itu berdekatan, nah merapatlah KM Eva untuk mengevakuasi. KN SAR Ramawijaya dan KN SAR Yudhistira kami arahkan ke sana untuk membantu proses evakuasi,” tandasnya.

Sebelumnya, kontak terakhir antara pemilik kapal dengan ABK KM Harapan Bersama 5 jam sejak mulai berlayar pada Senin lalu. Apabila mengikuti jadwal biasanya, maka kapal yang berangkat pukul 09.00 WIB itu semestinya sudah sampai pada tujuannya, Muaro Padang pada pukul 22.00 WIB hari yang sama.

Karena tak bisa berkomunikasi, maka pemilik kapal, Andreas, mengabarkan kepada pihak SAR, dan keesokan harinya, Selasa untuk membantu pencarian dan pertolongan terhadap 7 ABK yang berada pada kapal tersebut.

Pada Selasa itu juga, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Mentawai, Navigasi, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Syahbandar dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim langsung melakukan pencarian. (ricky)