Opini

Kapitalisme di Media Massa; Tantangan Literasi bagi Masyarakat

×

Kapitalisme di Media Massa; Tantangan Literasi bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kapitalis: wikipedia.

Oleh: Sadam Husein

Media massa memiliki peran sentral dalam perekonomian informasi dan budaya di masyarakat modern. Sebagai saluran utama untuk menyampaikan berita, hiburan, dan pandangan dunia, media massa dapat membentuk opini, sikap, dan nilai-nilai di tengah masyarakat. Keberagaman dalam pengelolaan media massa menghadirkan tantangan kompleks terkait etika, tanggung jawab, dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Tidak dapat disangkal bahwa media massa memiliki kekuatan besar dalam membentuk dan membimbing arah pikiran publik. Kemampuannya untuk menyajikan informasi dengan cepat dan luas menjadikannya alat yang sangat efektif untuk mendidik, memberdayakan, atau bahkan mengendalikan masyarakat. Namun, di balik potensi positifnya, media massa juga membawa risiko signifikan.

Vincent Mosco, seorang ahli teori ekonomi politik media berpendapat bahwa media massa pada dasarnya adalah media kapitalisme. Hal itu dikarenakan media massa pada umumnya dimiliki dan dikendalikan oleh pemilik modal yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, isi dan format media massa akan diorientasikan untuk menarik perhatian penonton dan konsumen agar dapat dijual kepada pengiklan. Vincent Mosco menyatakan, media massa kapitalisme memiliki beberapa karakteristik seperti orientasi pasar, komersialisasi, konsentrasi kepemilikan dan konformitas.

Media massa memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk opini publik dan memengaruhi perilaku masyarakat. Pada beberapa kasus, media massa bisa digunakan sebagai alat propaganda untuk mendukung ideologi kapitalisme. Salah satu strategi yang umum digunakan adalah melalui penyajian berita dan informasi yang mendukung kepentingan kapitalisme.

Salah satu cara yang paling terlihat adalah melalui pemberitaan yang seringkali menyoroti keberhasilan perusahaan-perusahaan kapitalis dan tokoh-tokoh kapitalis. Dengan terus menampilkan kesuksesan mereka, media massa dapat menciptakan citra positif terhadap sistem ekonomi kapitalis. Hal ini dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap keberhasilan ekonomi negara-negara kapitalis dan mendorong dukungan terhadap sistem tersebut.

Selain itu, media massa juga memainkan peran penting dalam menyebarkan ideologi kapitalisme melalui program-program hiburan. Contohnya, film-film Hollywood sering kali menampilkan gaya hidup orang-orang kaya dan sukses sebagai sesuatu yang diidamkan. Dengan mempromosikan citra ini, media massa dapat menciptakan keinginan di kalangan masyarakat untuk mencapai tingkat kesuksesan yang sama. Hal ini tidak hanya memengaruhi preferensi konsumen, tetapi juga dapat memperkuat keyakinan masyarakat terhadap nilai-nilai kapitalisme.

Di Indonesia, dampak propaganda kapitalisme juga dapat terlihat melalui pemberitaan yang cenderung mendukung kepentingan para pemilik modal dan pengusaha. Pemilihan naratif dan framing dalam berita dapat memberikan pandangan yang lebih positif terhadap tindakan kapitalis, sementara mengabaikan dampak sosial atau lingkungan yang mungkin timbul. Selain itu, media massa juga sering kali mempromosikan budaya konsumerisme yang merupakan aspek khas dari sistem ekonomi kapitalis.

Dampak dari penggunaan media massa sebagai alat propaganda kapitalisme tidak bisa diabaikan. Media massa dapat membentuk opini publik dan mengubah perilaku masyarakat. Keterpaparan yang berlebihan terhadap pesan-pesan kapitalisme dapat menyebabkan masyarakat menjadi lebih konsumtif,  individualis, dan kurang peduli terhadap nilai-nilai sosial. Hal ini dapat memperkuat struktur sosial yang mendukung eksploitasi ekonomi dan kesenjangan yang mungkin timbul dalam masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman kritis terhadap informasi yang disajikan oleh media massa dan mengembangkan literasi media agar masyarakat dapat membentuk pandangan yang lebih seimbang dan kritis terhadap realitas sosial dan ekonomi.

Opini

Oleh Eriandi Kasus perundungan atau bullying kembali terjadi…