Tak Berkategori  

Kasus Cabul Menonjol di Tanah Datar

BATUSANGKAR – Kepala Kejaksaan Negeri Batusangkar Desy Meutia Firdaus mengatakan kasus pencabulan lebih menonjol terjadi di Tanah Datar bila dibandingkan tindak pidana lainnya seperti korupsi, pembunuhan, dan narkotika.

“Kasus pencabulan di Tanah Datar termasuk salah satu yang tertinggi di Sumatera Barat,” katanya usai peringatan Hari Adyaksa ke-55 di Pagaruyung, Rabu (22/7).

“Sekaitan kasus pembunuhan yang terjadi di Nagari Limo Kaum saat ini telah mencapai tahap pemeriksaan terdakwa, sementara itu kasus narkotika maupun pencabulan pihak kejaksaan memberikan tuntuan yang tinggi terhadap para terdakwa,” katanya.

Sekaitan kasus tindak pidana korupsi, jelas Kajari, pihaknya telah menyelesaikan kasus pembangunan gedung Ponek dengan terdakwa Edisman dan Irham Munaf yang berakhir hukuman vonis penjara bagi mereka.

Saat ini pihak Pidsus sedang menyelidiki dua kasus yakni pungutan liar yang dilakukan oleh mantan walinagari Lubuk Jantan Imran Rusdi pada perkara ganti rugi terhadap warga Lubuk Jantan atas proyek Pembangkit lisrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) senilai Rp200 juta lebih.

Kemudian, lanjutnya, kasus Perusda Tuah Sepakat saat ini masih berkoordinasi dengan BPKP Provinsi Sumatera Barat. (*/lek)

Sumber: antara