Tak Berkategori  

Kasus Covid-19 Sumbar Meningkat, Padang Panjang Tetap di Zona Kuning

KEpala Dinas Kesehatan Padangpanjang, Nuryanuwar. (ist)
PADANG PANJANG – Di tengah meningkat pesatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang Panjang tetap berada dalam zona kuning. Sementara Sumbar secara keseluruhan, berada di zona orange.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar secara virtual, Senin (12/4). Dari Padang Panjang, kegiatan ini diikuti Sekdako Sonny Budaya Putra bersama pejabat terkait melalui zoom meeting di ruang VIP Balaikota.
Dalam rapat yang dipimpin langsung Gubernur H. Mahyeldi Ansharullah Datuak Marajo tersebut, selain membahas kondisi penanganan Covid-19 terkini, juga membahas larangan mudik serta pelaksanaan shalat tarawih dan puasa Ramadhan.
Dijelaskan Mahyeldi, perkembangan kasus Covid-19 saat ini mengalami peningkatan. Kabupaten Limapuluh Kota berada di zona merah. Ini adalah zona merah pertama di Sumbar sejak April 2020 lalu. Sementara itu, ada 9 kabupaten/kota masuk zona orange, dan 9 kabupaten/kota lainnya berada di zona kuning.
Zona orange diantaranya Kabupaten Sijunjung, Dharmasraya, Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Tanah Datar dan Kota Sawahlunto. Sedangkan zona kuning diantaranya Kota Solok, Padang Panjang, Bukittinggi, Padang, Pariaman, Payakumbuh, Kabupaten Padang Pariaman, Pasaman Barat dan Kepulauan Mentawai.
“Maka dari itu, diimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan protokol kesehatan (prokes). Apalagi saat ini kita memasuki bulan suci Ramadhan, tentu aktivitas masyarakat akan banyak terjadi,” kata Mahyeldi.
Dilanjutkannya, mengulang penyampaian dari ketua MUI Sumbar, pelaksanaan shalat tarwih, masyarakat boleh melakukan shalat di masjid maupun mushala dengan tetap mengikuti prokes. Saat shalat boleh rapat dan meluruskan shaf, namun selesai shalat diharapkan menjaga jarak kembali.
Ditambahkannya lagi, mengenai larangan mudik, juga akan diberlakukan sesuai edaran yang telah disampaikan terhitung 6-17 Mei mendatang.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nuryanuwar mengatakan, Padang Panjang saat ini hanya menunggu kesembuhan dari 14 pasien yang sedang dikarantina.
“Persentase kesembuhan Covid-19 Kota Padang Panjang tertinggi diantara kabupaten/kota lainnya. Mudah-mudahan tidak ada lagi penambahan klaster kasus positif Covid-19,” harapnya. (jas)