Tak Berkategori  

Kasus Inces di Pasaman, Orangtua Sempat Curiga

PASAMAN – Kasus penemuan mayat bayi laki-laki yang diduga hasil hubungan inces alias sedarah di Pasaman terus dikembangkan kepolisian. Dari pengakuan tersangka S (18), bayi laki-laki yang dikandungnya dan dibuang itu adalah hasil hubungan terlarang dengan adiknya yang berusia 13 tahun.

Hubungan itu dimulai sekitar pertengahan 2019 lalu. Seiring berjalannya waktu, hubungan kakak-adik ini terus berlanjut hingga siswi SMA itu hamil.

Pada 14 Februari lalu, S tiba-tiba sakit perut. Ia merasa seperti hendak buang air besar. Ia pun pergi ke kolam dekat rumahnya. Nyatanya yang keluar adalah sesosok bayi laki-laki. “Pelaku yang panik mencoba untuk bangkit dan melihat anak tersebut. Diduganya anak yang baru lahir itu sudah meninggal. Lalu, pelaku membuangnya ke parit yang tidak jauh dari lokasi dan ditemukan warga sudah membusuk, Minggu (16/2),” jelas AKP Lazuardi, Kasat Reskrim Polres Pasaman, Selasa (19/2).

Dijelaskan, Sebelum kasus ini terungkap, ternyata pihak orangtua terutama ibu mereka sudah curiga atas tindakan kedua anaknya tersebut, terutama kepada S. “Ibu pelaku sebelumnya sudah mempertanyakan kejanggalan yang ia lihat atas pelaku S dan adiknya. Namun, keduanya menutupi dan berbohong,” kata AKP Lazuardi.

Di sisi lain terungkap, keluarga S ternyata teramat pas-pasan. S tinggal bersama sang ibu dan tiga adiknya. Rumahnya sangat memprihatinkan. “Diduga kuat, pelaku dan adiknya tidak mengetahui akibat atas tindakan mereka. Ini kami simpulkan melihat situasi keluarga mereka yang pra sejahtera. Ditambah, ayah mereka sudah pisah dengan sang ibu sejak 10 tahun silam. Ibu sibuk pula ke sawah atau ladang, pergi pagi pulang sore,” jelas Lazardi.

Akibat tindakan pelaku S pihak penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 80 ayat 3 dan 4, UU nomor 35 tahun 2014 jo UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Pasal 341 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (chan)