Tak Berkategori  

Kasus Korupsi, Mantan Sekretaris Nagari di Pasaman Dituntut Lima Tahun

PADANG – Tersandung kasus korupsi dana kredit mikro nagari, mantan Sekretaris Nagari Koto Kaciak Kabupaten Pasaman, Amril dan mantan ketua kelompok kerja, Bujang Suryadi dituntut masing-masing 5 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Padang, Selasa (28/4).

Kedua terdakwa pun diwajibkan membayar denda sebesar Rp200 juta, subsider empat bulan kurungan. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Therry Gutama juga mewajibkan kedua terdakwa membayar uang pengganti masing-masing sebesar Rp10 juta. Bila tak dibayar, diganti dengan hukuman pidana penjara selama dua bulan.

“Hal-hal yang memberatkan, perbuatan kedua terdakwa telah merugikan keuangan negara, dalam hal ini pemerintah Kabupaten Pasaman, dan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi,” kata Therry saat membacakan nota tuntutannya.

JPU menilai kedua terdakwa terbukti melanggar pasal 2 ayat (1), jo pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3), undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP.

Terhadap tuntutan tersebut, kedua terdakwa akan mengajukan pledoi (pembelaan) secara tertulis. Sidang yang diketuai Yose Ana Rosalinda beranggotakan, M.Takdir dan Zaleka, memberikan kesempatan selama satu minggu. “Sidang ini kita lanjutkan pada tanggal 4 Mei 2020,” kata Yose. (wahyu)