Kasus Penipuan Sapi Kurban, Polisi Lengkapi Bukti dan Saksi

BUKITTINGGI – Kepolisian kembali menerima kesaksian dan tambahan bukti untuk kelengkapan kasus sapi kurban Idul Adha yang terjadi beberapa waktu lalu di Bukittinggi.

Kapolsek Kota Bukittinggi, Kompol Rita Suryanti membenarkan adanya penambahan keterangan dari saksi sekaligus korban di salah satu mushala di Bukittinggi.

“Benar, kami terima laporan atau keterangan dari saksi lainnya, yaitu salah seorang pengurus dan panitia kurban di Mushala At Tawfik Koto Dalam,” kata Rita, Rabu (7/9).

Ia mengatakan pihaknya terus memburu pelaku ALD yang masih belum ditemukan keberadaannya hingga kini.

“Ini menjadi perhatian dan atensi besar kepolisian Bukittinggi, terus kami telusuri, sekecil apapun petunjuk dan informasi akan berarti,” katanya.

Menurutnya, selain telah mengamankan sepeda motor yang diduga pelaku pakai sebelum melarikan diri, petugas juga menerima data dari korban dan penelusuran sarana komunikasi pelaku.

“Seperti yang disampaikan Wakpolres beberapa waktu lalu, pelaku tidak pernah berkomunikasi dengan istri atau keluarga dekat lainnya, ini cukup memperlama proses pencariannya,” kata Rita.

Kompol Rita menambahkan tim yang dibentuk Polsek dan Polres Bukittinggi terus menyelidiki setiap petunjuk yang didapatkan baik dari keterangan saksi, korban atau mereka yang berhubungan dengan pelaku.

“Percayakan ke kepolisian, kami tidak berhenti mengejar pelaku, berikan kepercayaan dan bantuan berupa informasi sekecil apapun,” kata Rita.

Kasus sapi kurban terjadi di Kota Bukittinggi bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha pada Sabtu (09/07) lalu.

Puluhan jamaah mengalami kerugian karena hewan kurban yang telah dipesan dan dibayarkan tidak kunjung datang di hari penyembelihan.

Kerugian ada di Mushalla Baitul Jannah dengan lima ekor sapi serta dua kambing, alumni SMA 3 dengan lima ekor sapi, dan Mushalla At Taufik sebanyak dua ekor Sapi serta RS Bunda dengan satu ekor sapi dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta. (108)