Tak Berkategori  

Ke Sawahlunto, Emil Salim Melihat Langsung Kota Warisan Dunia

Walikota Sawahlunto, Deri Asta memberi kenang-kenangan berupa tenun Silungkang kepada Emil Salim. (subandi)

SAWAHLUNTO – Kunjungan mendadak tanpa protokoler tokoh nasional Prof.H.Emil Salim ke Kota Sawahlunto beserta istri mengejutkan Wali Kota Sawahlunto. Emil Salim mengaku rindu dengan kota yang dulu pernah dikunjunginya di zaman Amran Nur sebagai walikota.

Saat bersilaturahmi di rumah dinas walikota Sawahlunto di Jalan Proklamasi No.1 kota lama, Rabu (30/9), Emil Salim mengatakan tujuannya datang ke Sawahlunto untuk melihat secara langsung pasca kota itu dinobatkan sebagai kota warisan budaya dunia UNESCO. “Selaku orang Minang, saya bangga dengan penghargaan kelas dunia tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Emil Salim mengatakan, Kota Sawahlunto telah mempunyai nilai jual tinggi dengan penghargaan UNESCO itu. Namun, kesiapan masyarakat untuk menerima turis harus pula dipersiapkan dengan baik, terutama pentingnya sadar wisata, sehingga wisatawan nyaman selama berada di kota itu.

“Begitu juga kuliner harus dipersiapkan. Kalau ada muatan lokal yang tidak ada di daerah lain jadikan sebagai branded, termasuk kesenian dan hal menarik lainnya bagi wisatawan,” ujarnya memberi masukan.

Sawahlunto mempunyai keunikan tersendiri karena berbagai suku ada disini. Semua hidup damai. Juga sejumlah bangunan tua yang masih utuh sebagai situs sejarah tambang. Kalau dikemas dengan baik, aset berharga peninggalan aktifitas tambang zaman Belanda itu mempunyai nilai jual yang tinggi, pungkas Emil Salim.

Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta menjawab Singgalang Kamis (31/10) mengaku terkejut sekaligus bangga atas kedatangan Emil Salim ke Sawahlunto. “Setidaknya kita semakin yakin penghargaan UNESCO yang kita peroleh itu akan mendorong kemajuan pariwisata di kota ini,” katanya.

Deri Asta minta pihak PTBA UPO segera melakukan kerja nyata menyangkut renovasi Hotel Ombilin yang sudah satu tahun terlantar pasca penanda tanganan kerjasama dengan Inna Muara, sebab sarana hotel sangat penting sebagai sarana pendukung kunjungan wisatawan ke daerah itu. (subandi)