Tak Berkategori  

Kedapatan Rampok Suami-Istri, Oknum TNI Dikeroyok Warga

ILustrasi. (*)
ILustrasi. (*)

JAKARTA – Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wuryanto membenarkan tersangka perampokan mobil boks di Kampung Kebo, Desa Waringin Jaya RT 02/03, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi pada Kamis (13/8) malam, merupakan anggota TNI AD, Serda TNI Imam Sopingi.

“Kasusnya sudah kami terima dan saat ini dia belum sadarkan diri di RSUD Karawang karena dihakimi massa. Pelaku juga dalam penjagaan petugas kami,” kata Kadispenad, di Jakarta, Jumat (14/8).

Menurut dia, Imam pernah menjadi petugas jaga di kediaman Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) di Pondok Bambu, Jakarta Timur.

“Selama ini bagus, makanya ada tugas khusus jaga di kediaman Kasad. Surat perintah sudah lama, tapi sudah dicabut. Baru dicabut beberapa bulan ini,” kata Wuryanto.

Selain itu, dia juga pernah menjadi petugas lapangan di Bataliyon Infanteri (Yonif) 202/Tajimelala. Meski demikian, dia belum mengetahui sejak tahun berapa Imam masuk sebagai anggota TNI.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada petugas Sub Denpom Bekasi untuk menyelidiki kasus tersebut, bahkan pelaku juga akan melewati proses hukum di persidangan militer untuk menentukan sanksi atas perbuatannya.

Imam Sopingi (36) babak belur dihajar massa setelah melukai korban Giatno (36) dengan senjata api miliknya. Kejadian itu bermula ketika Giatno dan istrinya Sudarsih (37) saat hendak pulang ke rumahnya dengan menumpang mobil boks dari pasar. Saat melintas di jalan sepi, mendadak mobil korban dipepet oleh dua pelaku dengan mengendarai satu sepeda motor.

Kemudian, Imam yang posisinya dibonceng langsung melepaskan dua tembakan ke arah udara. Imam juga memaksa korbannya untuk keluar dari mobil. Takut dengan ancaman pelaku, korban lalu keluar dari mobil.

Tak disangka Giatno berusaha merebut senjata pelaku hingga terlibat perkelahian. Pelaku yang jengkel lalu melepaskan tembakan satu kali ke arah paha kiri korban. Melihat suaminya tersungkur, Sudarsih langsung berteriak histeris.

Warga yang mendengar suara ledakan dan teriakan Sudarsih, langsung mendatangi lokasi. Rupanya kedatangan warga membuat dua pelaku kaget, hingga salah satu pelaku yang mengendarai sepeda motor kabur. Sedangkan, Imam tak berkutik saat ditangkap warga.

“Pelaku sempat dihakimi massa yang jengkel dengan ulahnya,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Bekasi, Komisaris Besar Rickynaldo Chaerul.(*/aci)

sumber:antara