Tak Berkategori  

Keluarga Korban Amuk Massa di Kayu Tanam Berharap Polisi Segera Temukan Dalang Provokator

Korban amuk massa, alm Riki dan M.Syahri. (Ist)

PADANG – Keluarga korban pengeroyokan dan amuk massa di Kayu Tanam berharap polisi mengusut tuntas kasus yang menimpa pengusaha CCTV, almarhum Riki Ari Noverizal (39). Polisi diharap tak berhenti dengan ditetapkannya dua tersangka pengeroyokan, karena provokator yang menyebabkan peristiwa tragis tersebut masih belum diketahui.

“Keluarga berharap kasus ini diusut tuntas. Karena, meski setiap manusia sudah pasti menemui ajalnya, tapi peristiwa yang menimpa saudara kami tragis sekali dan di luar batas kemanusiaan,” kata Lola, adik kandung korban, Minggu (28/3) saat ditemui di rumahnya di kawasan Air Dingin, Koto Tangah, Kota Padang.

Selain itu, peristiwa main hakim sendiri seperti itu bisa terjadi pada siapa saja jika tak diusut tuntas. Apalagi, ia melihat ada kejanggalan pada peristiwa itu. Karena, abangnya diteriaki maling mobil, tapi anehnya mobilnya malah dihancurkan. Tak hanya itu, dompet dan handphone korban juga hilang.

Menurut Lola, dari cerita teman alm Riki yang juga menjadi korban dan saat ini masih trauma, Syahri, tak begitu jelas apakah mobil mereka sedikit menyenggol atau hanya masalah klakson. Yang jelas, saat Riki turun dari mobil, pengendara motor itu langsung marah-marah dan meninju korban hingga hidungnya berdarah.

“Abang sudah berdarah-darah saat naik lagi ke mobil. Ia bilang selesaikan saja di kantor polisi dan langsung bawa mobil. Saat itulah, abang diteriaki maling,” cerita Lola.

Diceritakan, sebelum kejadian, korban baru balik dari Padang untuk urusan bisnis. Korban juga sempat bertemu dengan dirinya dan ibu mereka. Saat itu, alm Riki janjian dengan ibu, adik dan ponakannya untuk makan di rumah makan Lamun Ombak, Pasar Usang.

“Tumben-tumbenan saat itu abang ngajak makan cukup jauh. Ama (ibu) juga langsung mau padahal baru saja makan,” ceritanya.

Saat di rumah makan, ibu mereka yang biasanya banyak memberi wejangan, kali itu tak banyak berkata-kata. Hanya saja, abangnya sempat memoto sang bunda dengan hp barunya. Kala itu, ia berkata ada janji dengan temannya pukul tiga siang.

Malamnya, Riki masih sempat memberi kabar lewat handphone sekitar pukul 20.45 WIB kepada Lola. Hal yang juga jarang dilakukan abangnya itu.

Peristiwa tragis itu baru diketahui pertama kali saat suami Lola sekitar pukul 22.00 WIB secara tak sengaja melihat postingan di media sosial. Terlihat kalau mobil abangnya dihancurkan massa karena dituduh maling.

Sekitar pukul 11, korban sudah dibawa ke RSUD Padang Pariaman dan keluarga minta rujuk ke RS M Jamil, Padang. Dalam perjalanan, sebelum sampai ke rumah sakit, almarhum sudah tidak bernafas.

Sebelumnya diberitakan, Riki Ari Nofrizal (39) dan rekannya Muhammad Syahri (33) babak belur dikeroyok massa saat melintas di Jalan Lintas Padang-Bukittinggi, tepatnya daerah Guguk, Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (14/3/2023) malam. Keduanya luka berat, satu di antaranya sampai tak sadarkan diri.

Mereka diamuk massa setelah ada pengendara motor yang diduga menjadi provokator dan meneriakinya maling. Pengendara motor mengejar dan meneriaki mereka maling dari belakang sambil merekam. Warga sekitar dan pengendara motor lain pun terpancing untuk ikut mengejar.

Korban mencoba menghindar dengan memacu mobilnya namun naas malah terbentur pembatas jalan. Saat itulah, korban dihakimi massa tanpa pembelaan hingga babak belur. Keduanya luka parah di bagian kepala.

Polisi sempat mengamankan beberapa orang, tapi sebagian dilepas karena kurang bukti. Sedangkan dua orang sudah ditahan dan dijadikan tersangka. (rn)