oleh

Kemampuan SAR Indonesia Peringkat Tujuh Dunia

PONTIANAK – Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya FHB Soelistyo menyatakan, saat ini kemampuan SAR (Search and Rescue) Indonesia masuk peringkat tujuh di dunia.

“Saat ini kemampuan SAR kita sudah sejajar dengan SAR negara lain, baik dari segi sumber daya manusia dan peralatannya, sehingga posisi kita berada di tujuh di dunia,” kata Soelistyo saat membuka Rakorsarda, pelatihan potensi dan media gathering di Pontianak, Selasa (26/4).

Ia menjelaskan, membaiknya kemampuan SAR tersebut dilihat dari upaya rescue (pencarian dan penyelamatan) terhadap korban Air Asia beberapa waktu lalu.

“Suksesnya rescue tersebut berkat Kerja sama yang baik dari empat unsur terkait, mulai dari Basarnas, TNI-Polri, unsur pemerintah, dan potensi SAR itu sendiri (nelayan),” ungkapnya.

Menurut dia, saat ini sebanyak 3.700 anggota Basarnas di seluruh Indonesia, yang terdiri 80 persen diantaranya rescue. “Idealnya kami membutuhkan minimal sekitar 5.700 rescue sehingga masih kurang banyak, oleh karena itu kerja sama yang baik empat unsur tersebut sangat baik dalam mendukung rescue,” katanya.(*/lek)

Sumber: antara

Loading...

Berita Terkait