oleh

Kembali Diterpa Asap, Warga Payakumbuh Diminta Gunakan Masker

PAYAKUMBUH – Baru kisaran seminggu lebih menghirup udara segar, masyarakat Kota Payakumbuh kembali dihadapkan dengan kabut asap yang kembali melanda. Kabut asap akibat kebakaran hutan di wilayah Riau dan Jambi itu semakin pekat. Bahkan diprediksi, kualitas udara di kota Payakumbuh sedang tidak sehat.

Dari pengukuran real time kualitas udara yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh setelah diambil sampel di Terminal Koto Nan Ampek pada 15 Oktober 2019 pukul 12.00 sampai 13.00 WIB, hasil pengukuran itu menunjukkan kualitas udara Payakumbuh berada di angka Nilai Setara Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 139.

Artinya kondisi kualitas udara Payakumbuh berada pada titik tidak sehat. Sedangkan untuk kualitas udara baik berada di rentang ISPU 1-50. Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Kepkapedal) KEP.107/1997.

Menyikapi hal tersebut, Walikota Payakumbuh Riza Falepi melalui Kepala Dinas Kesehatan Bakhrizal mengimbau warga kembali untuk menggunakan masker apabila keluar rumah. Dan diminta untuk lebih meningkatkan kemandirian dalam menjaga kesehatan keluarga. Selain itu, warga juga diminta untuk memanfaatkan layanan kesehatan di Puskesmas di wilayahnya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Perbanyak mengkonsumsi air putih dan mengurangi aktifitas anak di luar rumah pada siang hari. Perhatikan anak agar mendapatkan asupan buah segar, dikarenakan kondisi udara yang sudah tidak kondusif kembali. Akibat adanya kabut asap ini,” ujar Walikota Riza, didampingi Kadiskes Bakhrizal, Rabu (16/10).

Menurut walikota, menanggapi dari hasil pengukuran kualitas udara Payakumbuh saat ini, Pemko masih belum bisa memastikan untuk mengambil kebijakan untuk meliburkan siswa sekolah. Karena kabut asap ini baru kembali lagi datang sejak tiga hari kebelakang.

“Kita masih pantau dulu perkembangan dalam beberapa hari kedepan. Apabila kabut asap semakin tebal, maka kita siap mengambil langkah kebijakan bagi masyarakat dan anak-anak kita, dalam menghadapi bahaya kabut asap ini,” tambah Riza.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Agustion, yang dihubungi terpisah, mengatakan, terkait untuk siswa sekolah, pihak dinas menunggu hasil indeks pengukuran kualitas udara dari Dinas Lingkungan Hidup. Apabila sudah diukur nanti maka akan dilaksanakan rapat bersama OPD terkait.

“Bila kondisi udara memang nanti sesuai hasil pengukuran tidak kondusif untuk anak-anak didik kita, akan ada kemungkinan siswa sekolah kembali kita liburkan selama beberapa hari. Untuk saat ini kita masih menunggu perintah juga dari kepala daerah,” kata Agustion. (bule)

Loading...

Berita Terkait