Kementerian PUPR Bangun Rumah Terdampak Gempa Solok Selatan

Bupati Muzni Zakaria meninjau ke lokasi bencana. (*)

PADANG ARO – Pasca gempa di Solok Selatan (Solsel) masyarakat masih enggan beraktifitas di dalam rumah, karena trauma akan terjadinya gempa susulan. Selain karena rumah mereka mayoritas banyak yang retak-retak, bakan pada Jumat (1/3), sedikitnya sudah terjadi enam kali terjadi gempa susulan.

“Aelain rumah kami banyak yang retak-retak, mayoritas warga disini juga masih trauma akan terjadi gempa susulan. Setidaknya dari pagi tadi (jumat-red), masih terasa gempa susulan sebanyak 6 kali”, terang Kepala Jorong, Koto Sungai Kunyit, Nagari Sungai Kunyit, Sangir Balai Janggo, Anto, disela-sela mendampingi Bupati H. Muzni Zakaria dan rombongan memantau kondisi pasca gempa, Jumat (1/3).

Secara umum kerusakan bangunan yang terjadi pasca gempa yang berhasil terdata BPBD Solsel, antara lain, rumah rusak berat, 116 unit, rusak sedang 152 unit dan rusak ringan sebanyak 211 unit. Sedangkan fasilitas sekolah yang rusak tedapat 7 unit, saranah ibadah 3 buah, sarana kesehatan 3 unit, sarana kantor dan satu kios masing-masing 1 unit.

Terkait rumah penduduk yang terkena bencana, Kementerian PUPR melalui Satker Perumahan  Sumatera Barat di bawah pimpinan Deshendri bersama rombongan meninjau ke lokasi.

Bahkan seluruh rumah yang rusak, segera akan dibangun kembali oleh Kementerian PUPR RI melalui Satker Perumahan Provinsi Sumatera Barat, terang Tim Teknis Perumahan Dinas Perkim dan LH, Solok Selatan, Darmawan.

“Rumah yang rusak akan dibangun kembali oleh pihak Kementerian PUPR RI, dengan persyaratan proposal segera disampaikan,” terang Darmawan.

Bupati H. Muzni Zakaria menyambut baik dukungan dan bantuan dari Kementerian PUPR RI yang begitu cepat tanggap dengan musibah

Semantara itu, dari beberapa laporan masyarakat secara lansung pada bupati saat meninjau korban bencana gempa, di Jorong Koto dan di Jorong Sungai Kunyit, pada umumnya masyarakat saat ini membutuhkan tenda untuk tempat mengungsi, karena rumah mereka rusak berat. Selain itu masyarakat juga berharap adanya bantuan untuk perlengkapan bayi, serta kebutuhan untuk makan dan air bersih.

Untuk persediaan makan minum pengungsi, laporan dari Kalaksa BPBD Solsel, Johni Hasan Basri, Sabtu (2/3), Dinas SosialSumatera Barat, mulai mengefektifkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan para korban gempa bumi Sabtu (2/3) ini.

“Mengingat jumlah korban yang terdampak cukup banyak, Dinas Sosial Sumatera Barat mengerahkan sebanyak tiga unit dapur umum dari Ttga wilayah yakni Padang, Bukittinggi dan Dharmasraya, di bawah koordinator Tagana Sumbar, Suri Hamdazir,” terang Johni Hasan Basri. (afrizal)

Loading...