Tak Berkategori  

Kerugian Akibat Banjir Solok Selatan Capai Rp16,01 Miliar

Wabup. H. Abdul Rahman bersama, Kadis Sosial dan PMD/N, Kasatpol PP, H. Epli Rahmat tengah melintasi sekolah di Lubuk Ulang Aling Selatan yang porak poranda akibat bencana banjir Jumat lalu. (Afrizal Amir)

PADANG ARO – Kerugian akibat banjir dan longsor yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Solok Selatan,
Sumatera Barat pada Jumat (13/12) mencapai Rp16,01 miliar. Bencana melanda 15 nagari di empat kecamatan dan yang berdampak kepada 6.677 jiwa dari 1.774 kepala keluarga.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Richi Amran, di Padang Aro, Senin (16/12) mengatakan, pendataan kerugian akibat bencana alam tersebut hingga kini masih dalam penghitungan. Data terakhir, jumlahnya bertambah menjadi Rp16,01 miliar.

Kerugian terbesar yaitu di Kecamatan Sangir Batang Hari sebesar Rp7,5 miliar karena terdapat dua jembatan putus enam rumah hanyut dan berbagai fasilitas umum rusak. Sebanyak 116 jiwa dari 38 kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumahnya hancur dan sudah rusak hingga berbahaya kalau ditempati.

Dikatakan, banjir pada Jumat melanda Kecamatan Sungai Pagu tujuh Nagari, Koto Parik Gadang Diateh empat Nagari, Sangir Batang Hari tiga Nagari dan di Pauh Duo satu Nagari. Akibat banjir tersebut 1.697 rumah terendam dan 66 unit diantaranya dilaporkan rusak dengan rincian 24 unit rusak berat, 38 unit rusak ringan dan empat unit rusak ringan.

Bencana banjir dan longsor juga merusak empat jembatan, satu jaringan Pamsimas, satu Base Transceiver Station (BTS), jaringan PDAM dan sejumlah ruas jalan. Selain itu, fasilitas umum juga ikut terendam seperti sekolah tujuh unit, masjid lima, Puskesmas satu unit dan satu pustu.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Hapison mengatakan, sekarang pemerintah fokus memberikan bantuan untuk Lubuk Ulang Aling yang merupakan salah satu daerah sulit.

“Setelah kami tinjau ke lapangan daerah paling parah berada di Talantam, Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan dimana dari 83 rumah hanya dua unit yang tidak terkena banjir, selebihnya material lumpur di dalam rumah mencapai ketebalan 50 centimeter,”katanya.

Pemerintah akan membangun dapur umum di Kantor Camat Sangir Batang Hari untuk kebutuhan makan korban banjir di Lubuk Ulang Aling. Kalau harus mendrop bantuan dari posko utama di Kantor Camat Muaralabuh terlalu jauh, sehingga pemkab membuat posko lagi di Sangir Batang Hari serta dapur umum, ujarnya. (Afrizal Amir)