Tak Berkategori  

Ketua dan Anggota FPI Pekanbaru Ditangkap dengan Laporan Model B, Ini Penjelasannya

PEKANBARU – Penangkapan terhadap Ketua dan Anggota Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekanbaru Husni Thamrin dan Nur Fajri oleh polisi ternyata berdasarkan laporan model B.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum kedua pentolan FPI Pekanbaru tersebut, Dedek Gunawan, SH., MH saat ditemui Singgalang di kantornya di Jalan Teropong, Kota Pekanbaru, Senin (14/12/2020).

“Perlu kami jelaskan, dalam pasal 5 Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana, ada dua jenis laporan. Yaitu model A dan B,” kata Dedek menjelaskan.

Dikatakannya, laporan model A adalah aduan yang dibuat oleh internal kepolisian sementara laporan model B merupakan aduan masyarakat kepada kepolisian.

“Dalam hal kasus yang menjerat sahabat kami yaitu berdasarkan aduan masyarakat oleh seorang pria bernama Amir Arifin Harahap,” katanya.

“Dalam laporannya, termuat juga di dalam berita acara pemeriksaan bahwa adanya dugaan terkait menghalang-halangi orang dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Klien kami disangkakan dengan pasal 335 KUHP junto pasal 18 undang-undang Nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum,” jelasnya.

Bicara soal proses hukum yang saat ini tengah dijalani, Dedek mengatakan bahwa saat ini kasus tersebut telah sampai tahap penyidikan.

“Karena masa penahanan 20 hari telah berakhir, saat ini masa penahanan telah diperpanjang menajdi 40 hari kedepan, dan kita tengah menggugat lewat praperadilan di PN Pekanbaru,” jelasnya.(r)