Ketua Dewan Pers Pantau Langsung UKW Sumbar

BUKITTINGGI – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dilaksanakan langsung Dewan Pers (DP) di Bukittinggi. Bahkan ketuanya, Prof Azyumardi Azra hadir.

UKW dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu (10 dan 11/9). Acara ini diikuti 72 wartawan, 4 dari Singgalang.

Dari 36 itu, yang kompeten hanya 32 dan semua peserta dari Singgalang dinyatakan kompeten.

Ketua Dewan Pers RI, Azyumardi Azra saat membuka acara ini mengatakan , Jurnalis Indonesia dewasa harus Profesional, dan kompeten dibidangnya guna menghadapi tantangan komfergensi media.

“Mau tidak mau seorang wartawan harus meningkatkan kualifikasi dan pengetahuannya dengan cara mengikuti Uji Kompetensi,” ujar Azyumardi Azra.

Dikatakan, pasca keluarnya putusan Mahkamah Konstitus soal penyelenggara sertifikasi kompetensi wartawan, Dewan Pers konsisten dan tidak berhenti bersama Organisasi Wartawan melakukan pembinaan melalaui uji kompetensi wartawan.

“Pekerjaan jurnalis adalah pekerjaan intelektual oleh sebab itu wartawan Indonesia harus menambah wawasan dan keilmunnya,” ujarnya

Azyumardi Azra. juga menyorot tentang turunnya Indek Kemerdekaan Pers (IKP) di Sumatera Barat, dari peringkat 6 besar menjadi peringkat 20.

“Harus menjadi catatan semua pihak agar kedepan lebih baik lagi,” tegasnya.

“Kita berempat lulus semua,“ kata Yuni yang ikut UKW utama.

Empat wartawan Harian Singgalang dinilai  kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan DP bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) itu, satu kompetensi wartawan utama. Tiga lainnya untuk kompetensi wartawan madya.

UKW yang berlangsung di Gedung Bung Hatta itu diikuti 72 wartawan.

Sebanyak 36 orang utusan dari PWI Sumbar dan 36 lainnya dari IJTI Sumbar. Empat dari 36 wartawan dari PWI dinilai belum kompeten oleh tim penguji.

Sementara, untuk IJTI belum diumumkan, karena saat berita ini ditulis, ujian masih berlangsung untuk mereka.

Empat orang yang belum kompeten bisa mengulang kembali untuk ujian berikutnya.

Penyelenggaraan UKW berlangsung sangat  serius. Seluruh peserta benar-benar “bersitungkin” mengerjakan materi uji dari penguji. Tak ada yang main-main, manajemen waktu dan ketepatan juga menjadi salah satu yang dinilai.

Walikota Bukittinggi Erman Safar pada saat membuka kegiatan itu, menyampaikan keprihatinannya dan juga sangat sedih dengan “grade” wartawan yang sudah mulai rendah. Dari berita-berita yang dibacanya di berbagai portal, ditemukan banyak berita yang sama.

“Saya sangat sedih melihat fenomena yang ada. Ini entah apalah namanya. Saat ini, satu berita yang sama bisa, bisa terbit di media yang berbeda. Apakah ini wartawannya yang hanya “copy paste” saja atau memang kompetensinya yang tidak ada,” ujarnya.

Apa yang disampaikan walikota itu, menjadi pelecut bagi peserta dan khususnya peserta dari Harian Singgalang, untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam UKW yang dilakukan ini.  Dengan kompetensi yang dimiliki wartawan yang telah ikut UKW di Bukittinggi ini, bisa menghilangkan stigma wartawan copy paste seperti yang disampaikan walikota itu.

Perwakilan PWI Pusat, Ocktap Riady pada penutupan kegiatan mengucapkan selamat kepada seluruh 36 orang anggota PWI Sumatera Barat, yang telak mengikuti UKW selama dua hari, 10- 11 September 2022.

Jangan terlalu bangga dengan apa yang didapat hari ini. Teruslah belajar dan belajar untuk lebih baik.

“Selaku penguji kami minta maaf apabila kami terlalu keras dalam menguji. Hal itu kami lakukan agar para peserta benar- benar kompeten dan lebih profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik,” terangnya.(*)