Tak Berkategori  

Ketua Panpel: Kenapa PSP Pertanyakan Soal Surat izin Setelah Pertandingan Usai

Penonton yang masuk ke dalam lapangan usai terjadinya protes dari kubu PSP. Wasit menghentikan laga di saat memasuki menit injuri time 2 menit. (ist)

PADANG – Ketua Panpel Liga 3 Asprov PSSI Sumbar, Yulius Dede terpisah menerangkan kronologis laga yang dihentikan oleh wasit itu.

“Jadi berdasarkan laporan PP (pengawas pertandingan) laga terhenti sekitar di menit kurang lebih 90+2 menit. Berdasarkan laporan PP, salah seorang ofisial PSP mendatangi wasit kempat (tunggu). Entah apa perkataan antara ofisial dengan wasit tunggu itu dan dirinya merasa mendapat intimidasi atau terancam maka memanggil wasit tengah,” ujar Yulius Dede membuka penjelasannya.

Dikatakannya, di saat terjadinya pembicaraan wasit cadangan dengan wasit tengah maka para ofisial PSP kembali mendatangi kedua wasit itu. “Melihat suasana yang mulai panas itu maka pihak keamanan melakukan antisipasi pengamanan kepada wasit dengan membawa ke dalam ruang wasit,” jelasnya.

Lalu, kata Yulius Dede, setelah dilakukan negosiasi yang cukup panjang apakah laga dilanjutkan dan ternyata hari sudah mulai gelap maka dipastikan pertandingan tidak dilanjutkan.

“Soal izin keramaian dari pihak kepolisian saya nyatakan ada. Kalau tidak ada izin keramaian maka mungkin kita gelar pertandingan di sana,” katanya.

Dijelaskan Yulius Dede lagi, Panpel Liga 3 Asprov PSSI sudah memasukkan surat secara resmi kepada Bupati Padang Pariaman. “Surat resmi kita ke Bupati untuk mempergunakan stadion itu sudah ada, bahkan di depan saya bilang kepada Ketua Panpel setempat agar mengurus surat izin keramaian, dan surat untuk dinas kesehatan. Bila PSP mempertanyakan soal surat izin itu kenapa tidak dari awal, kenapa setelah usai pertandingan. Tapi sekali lagi saya tegaskan surat izin ada. Jika tidak ada surat izin tentu sia-sia kita gelar pertandingan, apalagi bupati selaku otoritas daerah jika tidak ,” jelasnya.

Lalu, adanya surat pernyataan dari Match Comm soal tidak ada surat izin keramaian dijawab oleh Yulius Dede itu bukan wewenang dia memegang surat izin keramaian itu. “Tugas Match Comm itu memimpin sebelum dan sesudah pertandingan. Jadi, tidak ada tugas dia memegang surat izin keramaian itu,” tutup Yulius Dede. (102)