Tak Berkategori  

Kogami dan BPBD Ujicoba SOP Evakuasi Bencana Gempa dan Tsunami

Guru SDN 08 Kampuang Jawa 1, Kecamatan Pariaman Tengah, Pariaman mengevakuasi  siswa dari ruangan kelas menuju lapangan terbuka untuk menghindari dampak gempa, dalam rangkaian simulasi SOP evakuasi bencana gempa dan tsunami yang dilaksanakan BPBD bekerjasama dengan  Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) Sumbar di sekolah tersebut, Kamis (3/3). (tomi syamsuar)  
Guru SDN 08 Kampuang Jawa 1, Kecamatan Pariaman Tengah, Pariaman mengevakuasi  siswa dari ruangan kelas menuju lapangan terbuka untuk menghindari dampak gempa, dalam rangkaian simulasi SOP evakuasi bencana gempa dan tsunami yang dilaksanakan BPBD bekerjasama dengan  Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) Sumbar di sekolah tersebut, Kamis (3/3). (tomi syamsuar)

PARIAMAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerjasama dengan Komunitas Siaga Tsunami  (Kogami) Sumbar, Kamis (3/3) melaksanakan simulasi evakuasi bencana gempa dan tsunami di SDN 08 Kampuang Jawa I, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

Kepala BPBD Pariaman, Yaminurizal mengatakan, simulasi yang dilaksanakan tersebut tak ada  kaitannya dengan gempa 7,8 SR yang terjadi di lepas pantai Mentawai Rabu malam kemaren. Kegiatan simulasi sebelumnya telah diagendakan. Dan akan terus dilaksanakan sepanjang tahun 2016.

“Simulasi yang kita gelar tak ada kaitannya dengan gempa 7,8 SR yang terjadi Rabu malam.  Kegiatan ini sudah kita jadwalkan pelaksanaannya. Ini program kita di BPBD Pariaman. Sebagai  upaya memperkokoh mitigasi bencana, khususnya di kalangan dunia pendidikan,” kata Yaminurizal.

Dikatakan, BPBD melibatkan pihak sekolah dalam upaya penanggulangan bencana. Ada 40 sekolah  tingkat SD hingga SLTA di sepanjang pesisir Pariaman yang dididik sebagai sekolah siaga bencana.  Kepala sekolah dibekali dan disiapkan untuk memahami tatacara evakuasi jika terjadi bencana.

Setiap kepala sekolah diminta menyiapkan Standar Operasional Procedure (SOP) evakuasi bencana  gempa dan tsunami yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan sekolah masing-masing. Karena  yang tahu kondisi dan kebutuhan sekolah menghadapi bencana tentu kepala sekolah, katanya.

Dari 40 sekolah binaan, 10 sekolah yang telah menyiapkan SOP, kemudian dilakukan ujicoba.  Ujicoba berupa simulasi dengan melibatkan peran seluruh warga sekolah. Dari sini akan tergambar  seperti apa SOP yang dibuat oleh kepala sekolah. Hasilnya nanti akan dievaluasi.

Ujicoba dan simulasi SOP evakuasi bencana gempa dan tsunami untuk 10 sekolah telah dimulai sejak  Rabu (2/3). Kegiatan perdana yang juga pembukaan dilaksanakan di SDN 05 Taratak, Jalan  Kereta Api, Kecamatan Pariaman Tengah. Pembukaan dihadiri 40 sekolah siaga bencana. (tomi)