Komite Keamanan Bandara Berlatih Atasi Huru Hara

Kegiatan Komite Bandara saat berlatih mengatasi huru hara. (*)

KETAPING – Pukul 08.00 WIB, Kamis (20/12), Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang semula tenang berubah gaduh. Puluhan orang dengan membawa spanduk menolak kedatangan tokoh politik nasional yang baru landing dengan pesawat GA 123.

Mereka tak sekadar berkumpul di sana, tapi berusaha merangsek masuk ke pintu kedatangan untuk menolak dan mengusir tokoh politik nasional yang menjadi juru kampanye salah satu calon Presiden RI untuk Pemilu 2019.

Petugas avian security/avsec (keamanan bandara) bersama tim gabungan BKO TNI dan Polsek BIM dibawah komando Kadin Pengaman Ahmad Hisyam berusaha membubarkan massa. Namun mereka tak terbendung, karena gelombang massa semakin banyak dengan bergabungnya sejumlah pengunjung bandara.

Di depan gedung VIP Pemda Sumbar, kondisi serupa juga terjadi. Massa yang anarkis malah mengeroyok salah seorang petugas yang berjaga di pintu masuk. Tindakan mereka makin brutal, apalagi saat tahu tokoh politik itu akan ke luar dari pesawat melewati gedung tersebut.

Massa di terminal kemudian bergabung ke Gedung VIP. Mereka mengacak-acak ruang gedung VIP. Tak mendapati yang dicarinya, gerombolan itu terus menuju area air side (sisi udara) dan mendapati tokoh politik yang dicari bersembunyi di dalam mobil patroli avsec. Mobil itu di rusak. Petugas OIC yang menjaga sang tokoh dikeroyok, sehingga terluka parah.

Tak cuma itu, mereka juga berhasil menyandera pesawat GA 123 dan memaksa pilot serta krunya membawa tokoh politik tersebut kembali ke Jakarta. Saat genting tersebut, satu pleton Dalmas datang dan langsung memagari pesawat yang sedang disandera. Tak berselang lama, massa pun berhasil dibubarkan dan seluruh provokator ditangkap.

Terbitkan notam

Sebelumnya, melihat kondisi yang tak terkendali, Ketua Komite Keamanan Bandara, Dwi Ananda Wicaksana yang sehari-hari Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) segera mengambil tindakan dengan mengeluarkan Notice To Airmen (notam) untuk penutupan bandara. Penerbitan notam diakukan setelah berkoordinasi dengan Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho yang memegang kendali pengamanan dari huru hara tersebut, Kepala Otoritas Bandara Wilayah VI, AOC, AirNav, dan lainnya. Notam diterbitkan setelah sebelumnya bandara berstatus rawan merah dari sebelumnya sempat pada posisi rawan kuning.

Itu hanyalah bagian dari skenario Airport Contigency Exercise Table Top 2018 keempat yang diselenggarakan Komite Keamanan Bandara. Dwi Ananda mengatakan, itu merupakan bagian dari rapat keempat Komite Keamanan yang rutin dilaksanakan empat kali dalam satu tahun. Rapat kali ini dilengkapi dengan simulasi penanggulangan bencana dengan model kering dimulai dari kondisi kuning hingga merah. “Skenarionya mengikuti alur perkembangan perpolitikan Pemilu 2019. Di sini, kita melatih pola koordinasi dari mulai EGM sebagai ketua komite dengan koordinasi internal dan eksternal yang terkait dengan bandara,” terangnya.

Sebelum rapat berlangsung, Kepala Otban Wilayah VI, Agoes Soebagio sempat memaparkan berbagai aturan, termasuk soal roadmap keamanan penerbangan, yaitu peningkatan kesadaran resiko (safety awareness) dan tanggapan (response), pengembangan budaya keamanan dan peningkatan kapabilitas personil keamanan penerbangan, peningkatan teknologi dan inovasi, peningkatan pengawasan penerbangan, dan peningkatan kerjasama dan dengan dengan negara lain. (Yuni)

Loading...