Tak Berkategori  

Konsumsi Gula, Garam dan Lemak Berlebihan Berisiko Gangguan Jantung

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)
JAKARTA – Masyarakat Indonesia membatasi membatasi konsumsi makanan dengan tambahan gula, garam dan lemak. Jika tidak, ancaman penyakit kardiovaskular ke depan jumlahnya semakin besar.

Setiap makanan yang dikonsumsi rata-rata mengandung rasa yang kuat dan sebenarnya dapat menambah nafsu makan. Tapi bila dikonsumsi berlebihan, dapat memicu sejumlah penyakit berbahaya di masa mendatang.

Karena itu, sebaiknya masyarakat memperhatikan kandungan gula, garam dan lemak. Dalam sehari jangan sampai berlebihan agar tidak berdampak buruk.

Batasan konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan yakni dalam sehari tidak mengonsumsi gula lebih dari 50 gram atau setara empat sendok. Untuk gram, tidak boleh melebihi dari lima gram atau setara satu sendok teh. Lalu untuk konsumsi lemak, batasannya bisa sampai lima sendok makan saja.

“Kalau kebanyakan gula misalnya, bisa memicu penyakit kardiovaskular di masa mendatang. Ini yang tidak boleh terjadi pada masyarakat kita,” ujar Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek di Shangrila Hotel, Jakarta, Senin (30/10).

Dijelaskan, pada dasarnya gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan manusia. Namun, jika berlebihan, gula dapat menyebabkan obesitas dan memicu diabetes tipe 2.

Sebagai penggantinya, di dalam buah-buahan segar terdapat gula alami. Dengan ini, seharusnya seseorang tak sebenarnya lagi membutuhkan tambahan gula.

Garam mengandung natrium dan sodium. Garam dalam jumlah sedikit dibutuhkan untuk mengatur kandungan air dalam tubuh. “Kalau berlebihan, garam dapat menyebabkan hipertensi hingga stroke,” imbuhnya mengutip okezone.

Sedangkan seseorang juga butuh konsumsi lemak baik. Karena penting sebagai cadangan energi untuk beraktivitas. Jika Anda mengonsumsi lemak berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga kanker. Lemak bisa terdapat dalam makanan padat dan cair. Karenanya, Anda harus membatasi semua agar terbebas dari penyakit di kemudian hari. (aci)

agregasi okezone1