Tak Berkategori  

Korban Kebakaran di Panyalaian Terima Bantuan

Masyarakat korban kebakaran di Jorong Pincuran Tinggi menerima bantuan dari Pemkab Tanah Datar. (musriadi)

TANAH DATAR – Korban kebakaran di Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto menerima bantuan tanggap darurat dari Dinas Sosial Kabupaten Tanah Datar. Paket bantuan itu diantar langsung Kepala Seksi Bantuan dan Jaminan Sosial Zainal Abidin, Senin (7/10).

Musibah kebakaran terjadi pada Sabtu (5/10) sekira pukul 22.00 WIB dan api baru berhasil dijinakkan petugas pemadam pada Minggu (6/10) sekira pukul 00.30 WIB. Akibat musibah itu, tiga rumah milik warga Jorong Pincuran Tinggi itu ludes dimamah si jag merah, salah satu di antaranya adalah sebuah rumah gadang milik suku sikumbang.

“Bantuan tanggap darurat yang kita serahkan di antaranya terpal, lauk pauk, matras, peralatan dapur, food ware, family kit, paket sandang, dan perlengkapan keluarga lainnya,” ujar Zainal.

Rumah gadang yang hangus terbakar memang dalam keadaan tidak berpenghuni. Sementara dua rumah lainnya adalah milik salah seorang guru Pesantren Nurul Ikhlas bernama Bujang (60) dan rumah milik Linda.

Kepala Seksi Penyelamatan dan Kebakaran pada Dinas Damkar Pol PP Tanah Datar Fauzi Arifin, musibah kebakaran itu mengakibatkan kerugian materil sekitar Rp150 juta, sementara korban jiwa tidak ada. Penyebab terjadinya musibah itu, menurutnya, dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Fauzi menjelaskan, pihaknya langsung turun ke lapangan setelah mendapat laporan masyarakat. Ada enam armada pemadam yang dikerahkan pada malam itu, yakni dua dari Kabupaten Tanah Datar, dua dari Kota Padang Panjang, dan Kota Bukittinggi bersama Kabupaten Agam masing-masing satu unit.

“Cepatnya api meluas lantaran material banyak terbuat dari kayu, sementara armada pemadam mengalami kesulitan dan lambat bisa mengakses tempat kejadian kebakaran, lantaran jalan raya di sekitar lokasi macet total. Setiap malam Minggu dan Senin, jalan yang menghubungkan Padang Panjang dengan Bukittinggi itu memang sering macet lantaran padatnya kendaraan,” terang Fauzi.(Musriadi)