oleh

KPK Beberkan Sejumlah Modus Penyelundupan di Bandara dan Pelabuhan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang membeberkan sejumlah modus permasalahan yang terjadi di bandara maupun di pelabuhan. Modus tersebut diantaranya penyelundupan barang, serta memasukkan barang tidak sesuai dengan catatan.

Demikian diungkapkan Saut setelah sebelumnya terjadi kasus dugaan penyelundupan motor gede (moge) Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diduga melibatkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau yang karib disapa Ari Askhara.

“Jadi bagaimana cara orang memasukkan barang kemudian menghindar dari tax, itu kan modus sudah banyak dan sudah umum atau apakah itu menurunkan harga, tidak cocok barang dengan isiannya. Itu kan sudah modus umum,” kata Saut saat menghadiri diskusi di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (8/12).

Lebih lanjut, Saut menceritakan bahwa modus tersebut sudah terjadi sejak lama di bandara dan pelabuhan. Kata Saut, dirinya sudah pernah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pelabuhan Tanjung Priok dan Bandara ketika awal-awal menjabat pimpinan KPK.

“Sejak awal saya di KPK sudah mencoba masuk di Priok langsung. Membuka kontainer, pergi ke bandara, melihat sendiri mereka melakukan bahwa ada barang yang tidak cocok dengan yang disebutkan. Itu modus itu seharusnya dihentikan,” bebernya dikutip dari okezone.

Saut mengaku tidak bisa masuk terlalu dalam ke ranah tersebut sebab bukan masuk ke dalam kewenangan KPK. Saut menyerahkan ada tidaknya modus-modus permainan penyelundupan barang tersebut ke ranah aparat penegak hukum lainnya.

“Apakah itu ada main dengan orang-orang yang bertanggung jawab di sana. Ya kembali lagi pemeriksaan itu dilakukan, sama yang dicontohnya yang disebut kunci inggris eh engga taunya di dalam bukan kunci inggris, kendaraan. Ini modus yang segera kita hentikan, KPK ke depan bisa supervisi,” ungkapnya. (aci)

Loading...

Berita Terkait