Tak Berkategori  

Kuala Lumpur, Kota Berbiaya Hidup Paling Terjangkau bagi Pelajar

Ilustrasi. (foto: traveldilse)
Ilustrasi. (foto: traveldilse)
Ilustrasi. (foto: traveldilse)

JAKARTA –┬áMalaysia menduduki peringkat ke-12 dalam daftar negara pilihan studi (UNESCO 2014) dan ibukotanya, Kuala Lumpur meraih predikat Kota Berbiaya Hidup yang Paling Terjangkau bagi Pelajar ( Most Affordable City for Students ) dalam sebuah survei yang dilakukan oleh QS, mengkaji 125 kota dan tanggapan dari 18.000 pelajar internasional di seluruh dunia. Kuala Lumpur juga naik 8 peringkat ke peringkat 41 dalam survei Kota Pelajar Terbaik oleh QS pada 2017 (QS Best Student Cities Survey 2017).

“Dengan aneka program berkualitas, biaya kuliah yang terjangkau, biaya hidup yang lebih rendah, dipadu dengan kedekatan geografis dan kebudayaan, Malaysia adalah negara tujuan studi lanjut paling ideal bagi masyarakat Indonesia , baik untuk program pascasarjana, sarjana atau program persiapan masuk universitas ( foundation programme ) maupun kursus keahlian tertentu, sekolah kejuruan atau bahasa,” kata Mohd Yazid Abd Hamid , Chief Executive Officer , Education Malaysia Global Services (EMGS).

“Ada lebih dari 6.000 mata kuliah dan hampir 300 lembaga pendidikan tinggi yang dapat dipilih. Untuk memperoleh ijazah internasional, mahasiswa dapat mendaftar di enam universitas dari Inggris, tiga universitas dari Australia dan satu universitas dari Tiongkok yang memiliki kampus cabang di Malaysia dan menghemat sedikitnya 30% dari biaya kuliah yang lebih murah dan biaya hidup yang lebih rendah.

Dari berbagai universitas tersebut, tiga di antaranya masuk dalam daftar 100 universitas terbaik di dunia. Berbagai kampus di Malaysia menawarkan program ganda (twinning programmes ) dengan universitas mitra di seluruh dunia. Melalui program ini, mahasiswa akan memperoleh ijazah kelulusan dari lembaga pendidikan di luar negeri.

Universitas terkemuka di Malaysia menawarkan program joint degree dengan mitra universitas bereputasi di luar negeri guna memberi pilihan bagi mahasiswa untuk belajar di dua kampus di dua negara dan lulus dengan dua ijazah dari kedua universitas tersebut.

“Kami memiliki program studi bisnis, akuntansi dan keuangan yang mapan. International Islamic University Malaysia terdepan dalam studi Perbankan dan Keuangan Syariah ( Islamic Banking and Finance ) dan merupakan sumber terbesar dalam publikasi global bidang perbankan syariah. Program studi Teknik kami terakreditasi oleh Washington Accord — lulusan dapat bekerja di Inggris Raya, Amerika Serikat, Australia , Jepang, Kanada, dan banyak negara lain. Kami memiliki banyak program studi kesenian dan kreatif mencakup multimedia, desain grafis, penyiaran dan desain mode. Kami juga punya program studi kuliner yang menarik minat banyak pelajar dari luar negeri,” Mohd Yazid menjelaskan kepada para pelajar di World Education Expo Festival di Jakarta , yang diadakan pada akhir pekan lalu.

Program sarjana yang dapat ditempuh dalam waktu tiga tahun membutuhkan biaya minimal USD9.000 . Program transfer studi (degree transfer programme) dari universitas di Australia , Amerika Serikat atau Inggris membutuhkan biaya USD7.000-12.000 untuk dua tahun studi di Malaysia . Dengan biaya USD500 sebulan untuk akomodasi, makanan dan pengeluaran lain, mahasiswa bisa hidup nyaman.

Pelajar dari Indonesia dapat mendaftar untuk melanjutkan studi di Malaysia dengan Ijazah SMA dan SMK. Pelajar perlu mendaftar langsung ke lembaga pendidikan yang diinginkan dan setelah menerima Surat Penawaran (Letter of Offer), mereka dapat mendaftar secara daring untuk memperoleh Visa Pelajar melalui EMGS. Pelajar akan menerima Visa Approval Letter (VAL) dalam waktu 14 hari kerja untuk melakukan perjalanan dan masuk ke wilayah Malaysia . Pelajar disarankan mengurus aplikasi VAL enam minggu sebelum perkuliahan dimulai. (rahmat)