Tak Berkategori  

Lapangan Kerja Minim, Disnaker Harus Banyak Berikan Pelatihan

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (irwanprayitno.com)
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (irwanprayitno.com)
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (irwanprayitno.com)
PADANG – Gubernur Irwan Prayitno sebut data kemiskinan di Sumbar tidak sinkron dengan angka ketenagakerjaan. Ketika angka kemiskinan di bawah rata-rata nasional, sementara angka pengangguran diatas rata-rata nasional.
“Ini kan tidak tepat, seharusnya jika data kemiskinan dibawah rata-rata nasional, data pengangguran mestinya dibawah rata-rata nasional juga,”sebut Irwan pada Rapat Koordinasi Bidang Ketenagakerjaan dan Ketermigrasian se Sumbar di Aula Dinas Nakertrans Provinsi Sumatera Barat, Selasa (7/2).
Irwan menilai, kemiskinan dengan pengangguran mestinya dalam garis lurus yang sama. Jika angka kemiskinan tinggi, maka pengangguran juga akan tinggi, sebab saling berkaitan.
Menurutnya, dalam hal pekerjaan. Masyarakat Sumbar memiliki keunikan tersendiri. Mereka tidak memburu pekerjaan yang berhubungan tenaga, karakter dan budaya masyarakat Sumbar lebih memiliki pekerjaan sebagai pemikir, komunikasi dan pendidik mengandalkan otak. Amat sedikit sekali menjadi buruh. Jika adapun pekerjaan sebagai petani, UKM  juga dengan prinsip-prinsip bagi hasil.
“Bahkan kita juga melihat tidak ada TKW yang berasal dari Sumbar. Melihat kondisi itu, seharusnya Naketrans memperbanyak paket pelatihan kepada tenaga kerja sebagai solusi yang tepat sasaran dalam mengatasi pengangguran,” harapnya. (yose)