Tak Berkategori  

Lestarikan Baju Kuruang Basiba Lewat Festival

Peserta Festival Baju Kuruang Basiba memamerkan kreasinya, Minggu (10/12). (zulfadli)
Peserta Festival Baju Kuruang Basiba memamerkan kreasinya, Minggu (10/12). (zulfadli)

PADANG – Festival Baju Kuruang Basiba Kreasi yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Padang diapresiasi Walikota Padang. Malah ditegaskannya, itulah cara berfikir out of the box yang harus dilakukan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pimpinan OPD dituntut untut mampu mencari pengembangan dari tugas pokok dan fungsinya. Terpenting dari semua itu, kegiatan yang dilakukan berakar di OPD tersebut dan menunjang program unggulan Pemko Padang.

“Kita sepakat Padang menjadi kota wisata. Banyak kegiatan nasional dan internasional dilaksanakan di Padang. Kegiatan seperti ini penunjangnya,” ujar Walikota yang diwakili Staf Ahli Dian Fakhri, Minggu (10/12).

Pembina Forum Baju Kuruang Basiba Padang, Ny. Harnelli Mahyeldi juga menyambut baik festival ini. Terlebih salah satu mata lombanya adalah kreasi baju kuruang Basiba ibu dan anak.

Menurut Harnelli, kegiatan ini efektif melestarikan baju tradisi perempuan minang. Dengan cara ini, Basiba bukan hanya bakal dianggap pakaian perempuan dewasa atau tua saja, melainkan jadi pakaian yang digemari para generasi muda.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Padanf, Muji Susilawati tentu saja gembira. Awalnya kegiatan tersebut banyak yang mempertanyakan, kenapa dinas perpustakaan dan arsip melaksanakan kegiatan yang seharusnya dilakukan dinas pariwisata.

Ditegaskan perempuan yang sukses memimpin DP3AP2KB Padang mempersembahkan penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Nindya bagi Padang, festival ini cara untuk melestarikan baju kuruang basiba.

Basiba bukan pakaian yang baru berkembang sekarang saja. Malah dari arsip yang ada, baju ini dipakai sejak 1890. “Penegasan ini kita dapat dari foto-foto Christian Benyamin antara 1890-1912. Kita hidupkan pemakaian Basiba dan kita lestarikan tradisi daerah bersama-sama,” ujarnya. (zul)