Lestarikan Ikan Bilih, Semen Padang Jalin Kerja Sama dengan UBH

Pelepasan 1.000 bibit ikan bilih di kawasan Konservasi Kehati Semen Padang (ist)

PADANG – PT Semen Padang menjalin kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta (UBH), untuk melestarikan ikan bilih yang kini terancam punah, Rabu (11/7).

Kerja sama yang berlangsung di Taman Reklamasi Semen Padang itu, ditandai dengan penandatangan kesepakatan kerja sama kedua belah pihak. Dari Semen Padang, penandatangan kerja sama itu, diwakili Kepala Departemen Rendal Produksi, Juke Ismara. Sedangkan dari UBH, diteken oleh Ketua LPPM Abdullah Munzir.

Penandatangan itu juga disaksikan langsung oleh seluruh Dewan Direksi PT Semen Padang, yaitu Dirut Yosviandri, Direktur Keuangan Tri Hartoni Rianto, dan Direktur Operasional Firdaus, serta turut hadir Komisaris Werry Darta Taiwur.

Usai penandatanganan kerjasama, kedua belah pihak kemudian langsung menebarkan 1000 bibit ikan bilih dari Danau Singkarak ke sungai yang ada di kawasan Konservasi Keanekaragaman Hayati (Kehati) Semen Padang tersebut.

Manajer Taman Kehati Semen Padang, Deni Zen mengatakan, kerja sama dengan LPPM UBH itu dilakukan, karena habitat Ikan Bilih di Danau Singkarak sudah mulai tercemar akibat pencemaran industri wisata, dan kadar sulfur yang makin meningkat.

Kemudian, metode penangkapan ikan bilih yang dieksploitasi secara besar-besaran tanpa mengindahkan proses pengembangannya, juga menyebabkan populasi ikan bilih di Danau Singkarak semakin punah. Bahkan, dampak dari metode penangkapan secara besar-besaran itu membuat ikan bilih susah didapatkan di Danau Singkarak.

“Harusnya, ikan bilih ini ditangkap pada saat naik ke sungai untuk bertelur, bukan di danau, karena danau adalah tempat ikan bilih berkembang dan membesar,” kata Deni. (arief)