Tak Berkategori  

Libur Nataru, Lonjakan Penumpang di BIM Diperkirakan 5 Persen

EGM PT Angkasa Pura II BIM, Dwi Ananda Wicaksana bersama Kepala Otban Wilayah VI, Agoes Soebagio, dan lainnya. (yuni)
EGM PT Angkasa Pura II BIM, Dwi Ananda Wicaksana bersama Kepala Otban Wilayah VI, Agoes Soebagio, dan lainnya. (yuni)

PADANG – Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Dwi Ananda Wicaksana memperkirakan tidak akan terjadi lonjakan signifikan pada libur natal 2018 dan tahun baru 2019 di sana, meskipun bertepatan dengan liburan sekolah. Perkiraan lonjakan hanya diprediksi sekitar 3 hingga 5 persen dari libur natal dan tahun baru lalu.

“Paling hanya sekitar 3 hingga 5 persen saja dari pergerakan penumpang domestik sekitar 150 ribu orang di keberangkatan dan 145 ribu pada kedatangan, atau sekitar 300 ribu pergerakan orang,” tuturnya usai membuka Posko Pengamanan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru) di selasar BIM, Kamis (20/12). Posko Nataru sendiri akan berlangsung hingga 7 Januari 2019 mendatang.

Meski demikian, pihaknya bersama dengan seluruh airlines dan juga Otoritas Bandara Wilayah (Otban) VI sebagai regulator akan terus berkoordinasi untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jasa bandara. Dari sisi keselamatan terjadi prosedur sisi udara, semuanya ditekankannya sudah siap dan telah dilakukan inspeksi oleh Otban dengan hasil baik.

“Memang ada beberapa catatan dari Otban, baik dari sisi fasilitas dan prosedur, tapi telah kami penuhi,” tegasnya.

Begitu juga sisi darat. Di terminal, keamanan dan kenyamanan menjadi perhatian yang juga sangat serius dilakukan. Biasanya saat terjadi lonjakan, antrian akan terjadi pada xtray.

Sementara Kepala Otban Wilayah VI, Agoes Soebagio mengatakan, Otban telah menyiapkan Rencana Operasi Penerbangan dalam rangka Nataru yang dibagi dalam dua kegiatan.

Pertama adalah Pra Nataru telah dilakukan pengawasan dan pengendalian oleh seluruh inspektur terhadap sarana prasarana di wilayah kerja Otban wilayah VI yang ada di enam bandara di wilayah barat Indonesia, seperti BIM, Palembang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang dan Tanjung Pandan.

“Pantauan sudah dilakukan pada 3 hingga 17 Desember 2018. Yang memantau diantaranya Inspektur Bandara, Navigasi, Inspektur Kelaikan Udara. Hasilnya sudah disampaikan ke pengelola bandara. Di BIM sudah ditindaklanjuti,” bebernya.

Pada pelaksanaan Posko Nataru, maka pihaknya melakukan berbagai pengawasan terkait implementasi pelaksanaan pelayanan penerbangan, implementasi delay manajemen jika terjadi keterlambatan, implementasi penerapan tarif.

“Soal tarif ini mengacu pada PM 14/2016 dan di BIM sudah ada pada digital display. Jika ada airline yang melanggar tarif batas atas, maka silahkan laporkan ke call center 151 atau 138. Itu akan langsung ditindaklanjuti,” tegasnya pada acara yang dihadiri Kapolsek BIM, Ipda Feri Yuzaldi, Ketua AOC, Yudo, beberapa pimpinan airlines, Supervisor Reseving Storage and Distribution PT Pertamina DPPU Minangkabau, Gur Anas, General Manager AirNav Indonesia cabang Padang, Wisnu Hadi Prabowo, dan lainnya. (yuni)