Tak Berkategori  

Lima Potensi Kerawanan Jadi Atensi Polri dalam Hadapi Nataru

Kapolda Sumbar, Gubernur Sumbar dan lintas sektor lainnya saat rakor menghadapi natal dan tahun baru. (ist)

PADANG – Dalam menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru 2021, Polda Sumbar menggelar rapat koordinasi kesiapan pengamanan. Rakor merupakan rangkaian awal kesiapan operasi kepolisian terpusat dalam rangka mengamankan berbagai aktifitas masyarakat di Sumatera Barat.

“Menjelang, pada saat dan setelah perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang diberi sandi Operasi Lilin Singgalang 2020,” kata Kapolda Sumbar Drs. Toni Harmanto, MH dalam kegiatan yang dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, S.Ik. M.Si, Forkopimda Sumbar dan jajaran Polda Sumbar, Selasa (15/12).

Dikatakan, pengamanan kegiatan masyarakat dalam momen perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 tidak akan dapat berlangsung secara optimal, lancar dan sukses apabila tidak ada sinergisitas, komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dari seluruh lembaga/instansi terkait. Karena itu, rakor lintas sektoral sebagai wujud sinergisitas dan tanggung jawab bersama untuk mensukseskan kegiatan masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru.

“Polri selaku pemelihara kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, memerlukan kerjasama dan dukungan dari semua pihak untuk menciptakan rasa aman, nyaman serta untuk mengantisipasi setiap potensi kerawanan yang dapat muncul menjadi gangguan kamtibmas,” ucapnya.

Menurut Toni, potensi kerawanan baik dalam bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata, akan selalu seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat pada momen-momen seperti perayaan keagamaan dan tahun baru.

Adapun prediksi potensi kerawanan yang menjadi atensi Polri dalam menghadapi hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 ada lima hal. Antara Lain, aksi terorisme yang masih atau menjadi salah satu kerawanan yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja serta dapat menyerang siapa saja terutama di tempat ibadah dan pusat-pusat keramaian, gangguan Kamtibmas yang timbul dari akumulasi masalah kompleks yang berasal dari aspek kehidupan masyarakat antara lain aspek sosial, budaya, agama, ekonomi, politik dan lain sebagainya, kondisi Kamseltibcar lantas sehingga memerlukan kesiapan dalam hal kondisi jalan, marka jalan, hingga rute alternatif, potensi kejahatan konvensional yang dapat bertambah seiring dengan meningkatnya aktifitas dan kegiatan masyarakat Sumatera Barat di hari libur nanti dan kesiapan instansi terkait dalam menyongsong Nataru di wilayah Sumatera Barat seperti stok BBM, kesiapan pelayanan kesehatan, kesiapan transportasi massa hingga ketersediaan bahan-bahan pokok bagi masyarakat, pengelolaan tempat wisata, kesiapan dan kemampuan daya tampung hotel dan penginapan serta kesiapan tanggap darurat dalam hal menghadapi ancaman bencana alam.

“Maka dengan memperhatikan kondisi dan fakta-fakta saat ini serta prediksi kerawanan, marilah kita optimalkan pelaksanaan rapat koordinasi lintas sektoral ini sehingga dapat menyelesaikan setiap permasalahan yang akan muncul dan memberikan solusi terhadap suatu persoalan,” ujarnya.

Jenderal bintang dua ini menambahkan, Operasi Lilin Singgalang 2020 segera akan dilaksanakan selama 15 (lima belas) hari mulai tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan tanggal 04 Januari 2021 dengan melibatkan instansi dan lembaga terkait yang bersifat terbuka, dengan mengedepankan satgas preemtif, preventif, kamseltibcar lantas, penegakkan hukum dan bantuan operasi.

“Dengan tujuan untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat Sumatera Barat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan lancar,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan hasil analisa dan evaluasi pada pelaksanaan Operasi Lilin Singgalang 2019. Untuk kejadian kriminalitas terjadi kenaikan sebesar 79% atau 34 kasus apabila dibandingkan dengan pelaksanaan Operasi Lilin tahun sebelumnya.

Selain itu, terjadi kenaikan kasus laka lantas sebesar 11% atau 5 kasus dibandingkan dengan pelaksanaan Operasi Lilin tahun sebelumnya, terjadi kenaikan pada penindakan tilang sebesar 32% dan sudah mulai berkurangnya peristiwa kemacetan yang terjadi pada jalur Padang-Bukittinggi, Padang-Painan dan pada jalur menuju objek wisata lainnya di Sumatera Barat. (mat/TNS)