padang  

LKAAM Sumbar Kirim 1,2 Ton Randang untuk Korban Gempa Cianjur

 Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Dt Nan Sati menerima randang dari masyarakat Sumbar untuk dikirim ke korban gempa Cianjur. (bambang)

PADANG – Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) mengirimkan 1,245 ton randang dari ranah Minang untuk masyarakat yang terpapar gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, Rabu (30/11).

Randang-randang tersebut akan dikirim dengan memakai pesawat Hercules milik TNI AU.

Hal ini diungkapkan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Fauzi Bahar Datuak Nan Sati saat melepas pemberangkatan randang tersebut di Kantor LKAAM di Komplek Mesjid Raya Sumbar.

“Hari ini kita mengirimkan randang 1,245 ton dari 10 ton rencana yang akan dikirimkan untuk masyarakat korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat,” ucapnya.

Fauzi Bahar menambahkan, diberangkatkannya randang tahap pertama dari Pangkalan Udara Sutan Sjahril, Tabing, Padang dengan pesawat hercules akan di jemput langsung perantau dan relawan dari Ranah Minang di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

“Hari ini juga, para perantau Minang akan menjemput randang tahap pertama ini, dan akan didistribusikan esok ke korban bencana alam gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat,” tambahnya.

Pemilihan randang untuk korban bencana alam gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat menurut Fauzi Bahar karena randang yang dikirim dikemas dengan higienis dan siap saji.

“Randang yang kita kirim ini siap saji. Bisa dipanaskan, dan bisa dimakan langsung oleh pengungsi. Satu kemasan ukuran 2,5 ons yang bisa dimakan langsung oleh satu keluarga,” ucapnya.

Fauzi Bahar menjelaskan juga, randang yang dibuat untuk korban bencana alam gempa di Cianjur, dibuat langsung oleh pelaku UMKM yang ada di Sumbar.

“Jadi, dalam proses pembuatan randang ini, kita melibatkan UMKM yang ada di Sumbar. Jadi, ekonomi UMKM kita bergerak. Insyallah akan kita pesan lagi 2 ton untuk di berangkatkan minggu depan,” tutup mantan Walikota Padang ini.

Dikatakan, bantuan ini juga sebagai bentuk empati masyarakat Sumbar umumnya kepada korban gempa, sebab kita juga pernah merasakan pada 2009 lalu.

“Kita pernah merasakan kondisi yang sama dengan masyarakat Cianjur dan dibantu oleh masyarakat diluar Sumbar. Kini ketika daerah lain mengalami bencana, kita tentu wajib pula membantu,” pungkasnya. (mbeng)