Luas Kebun Jagung di Agam Capai 15 Ribu Hektare Lebih

Jagung (net)

LUBUK BASUNG – Berkebun jagung jadi salah satu usaha pertanian yang diminati masyarakat Kecamatan Lubuk Basung. Selain pengerjaannya yang mudah, juga hemat biaya dan miliki harga memuaskan.

Sekretaris Dinas Pertanian Agam, Zufren di Lubuk Basung, Jumat (8/2) mengatakan, luas lahan kebun jagung di daerah itu capai 15.816 hektare. Bahkan, Kecamatan Lubuk Basung miliki lahan terluas dari kecamatan lain yang ada di Kabupaten Agam.

“Kecamatan Lubuk Basung tercatat hingga Desember 2018, miliki kebun jagung seluas 5.758 hektare. Kemudian disusul Ampek Nagari seluas 4.564 hektare,” katanya.

Mengingat tingginya minat masyarakat, ada yang mengalihkan sawahnya jadi kebun jagung. Bahkan, orang yang tidak miliki lahan sendiri bersedia menyewa, dengan harga bervariasi sesuai kondisi lahan.

Salah seorang warga Kecamatan Lubuk Basung, David telah menekuni usaha ini sejak empat tahun lalu. Berawal dari coba-coba, sekarang berkebun jagung jadi usaha yang dapat menutupi kebutuhan keluarganya.

“Saya ingin berkebun jagung selain pengerjaannya mudah juga miliki harga tinggi untuk komoditi ini. Sekarang saya miliki lahan sekitar satu hektare dengan kebutuhan lima kantong bibit,” katanya.

Jagung dibiarkan hingga masa panen tiba. Pemanenan dilakukan sekali dalam empat bulan.

“Untuk lima kantong bibit produksi jagung capai 10 ton,” katanya.

Harga bervariasi, jagung yang sudah kering Rp5.500 per kilogram dan mentah Rp4.000 hingga Rp4.500 per kilogram. Sedangkan modal sekitar Rp7 juta hingga Rp8 juta, sudah termasuk bibit, pupuk dan upah. (mursyidi)

Loading...