oleh

Lubang Tambang Jadi Tempat Wisata, PTBA  Ingin Sawahlunto Tetap Hidup

 

Direktur Operasi dan Produksi PT Bukit Asam Suryo Eko Hadianto bersama Wakil Walikota Sawahlunto Ismed dan rombongan. (armadison)
Direktur Operasi dan Produksi PT Bukit Asam Suryo Eko Hadianto bersama Wakil Walikota Sawahlunto Ismed dan rombongan. (armadison)

SAWAHLUNTO – PT Bukit Asam tidak ingin Sawahlunto menjadi kota mati ketika tambang batubara habis. Dijadikan tambang bawah tanah di Unit Pertambangan Ombilin sebagai tempat pendidikan, museum dan wisata, agar kota itu tetap hidup dengan visi wisata tambangnya.

“Bisnis di pertambangan ada batas umurnya tetapi pariwisata tak pernah ada batasnya. Batas umur di pertambangan itu yang membuat kami menjadi tambang batubara bawah tanah ini menjadi tempat pendidikan, museum dan wisata, “kata Direktur Operasi dan Produksi PT Bukit Asam, Suryo Eko Hadianto kepada wartawan di Sawahlunto, Rabu (26/7).

Direksi Suryo Eko Hadianto hadir di Sawahlunto meresmikan Tambang Batubara Bawah Tanah Unit Pertambangan Ombilin (UPO) di Sawahluwung, Desa Rantih sebagai museum, tempat pendidikan dan wisata.

Ia mengatakan, PTBA tidak ingin terjadi seperti di sebagian besar kota yang tumbuh dengan pertambangan mati setelah usaha tambang berakhir. Justru berharap, suatu saat setelah ditinggalkan PTBA ekonomi Sawahlunto jauh lebih baik. Konsep Sawahlunto dengan Visi Sawahlunto Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya 2020 menjadi model.

General Manajer (GM) PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin Eko Budi Saputro mengatakan, selain tempat pendidikan, pengunjung bisa melakukan penambangan di sepanjang lokasi 1,5 kilometer itu. Sedangkan pengelolaan diserahkan pada Yayasan Penusiunan Karyawan PT Bukit Asam.(son)

 

Loading...

Berita Terkait