Tak Berkategori  

M. Zada Zalpin Bintang Lapangan U10

Muhammad Zada Zalpin bersama ibunda. (ist)

PADANG – Sekolah Sepakbola (SSB) Imam Bonjol, Padang sukses mengawinkan juara di turnamen sepakbola U10 dan U12 bertajuk Netral United Cup 2021 di Lapangan Sepakbola Netral Jalan Simpang Tanjung, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman. Turnamen berlangsun dari 18 sampai 19 September lalu.

Di partai final SSB Imam Bonjol A U10 yang dibesut pelatih Try Andio bersama Yoga Andrian itu mengalahkan SSB provinsi tetangga, Riau, SSB Kabun Junior, Rohul dengan dua gol tanpa balas.

Pertandingan final kedua SSB itu berlangsung ketat. SSB Kabun Junior dengan materi beberapa pemain bagus berpostur besar. Babak pertama papan skor 0-0. Dibabak kedua SSB Imam Bonjol tampil lebih mendominan.

Ditunjang stamina Imam Bonjol akhirnya mampu mencetak gol melalui aksi striker Faras Arkana. Gol pembuka SSB Imam Bonjol yang dicetak Faras Arkana tercipta di pertengahan babak kedua dan digandakannya di akhir babak kedua.

SSB Imam Bonjol yang diperkuat penjaga gawang Muhammad Zada Zalpin di turnamen itu berada di Grup A bersama tim tuan rumah, Netral A, Balai Baru dan PSTS B. Grup A ini boleh dibilang Grup Neraka karena dihuni SSB yang sudah diakui dan telah banyak melahirkan pesepakbola bagus.

Pada laga pembuka SSB Imam Bonjol sukses melibas PSTS B dengan skor telak 3-0. Pertandingan pertama kontra PSTS B, Imam Bonjol tidak terlalu banyak mengalami kesulitan meskipun kondisi lapangan yang tidak bagus, licin dan becek.

Hanya saja tiga gol baru tercipta di babak kedua. Di pertandingan kedua, SSB Imam Bonjol bertemu SSB Balai Baru. Hasil skor imbang tanpa gol.

Dilaga ketiga harus bertemu tim tuan rumah, SSB Netral. Duel ini seru. Apalagi tuan rumah butuh kemenangan untuk bisa merebut tiket berikutnya.

Impian kubu tuan rumah akhirnya harus dikubur dulu. Imam Bonjol A lebih perkasa dan menang 2-0.
Dengan poin tujuh hasil dua kali menang dan satu imbang maka Imam Bonjol A memastikan memuncaki klasemen sekaligus juara Grup A.

Di babak 8 Besar Imam Bonjol A bersua SSB Arafah Payakumbuh sebagai runner up Grup B. Partai hidup mati ini berlangsung sengit dan membikin jatung para orang tua yang suport dipinggir lapangan berdegap kencang.

Dalam waktu normal skor berakhir seri 1-1. Gol pembuka diciptakan Imam Bonjol melalui gol cantik kapten tim Farid Faturrahman di pertengahan babak pertama lewat bola mati. Gol sang kapten itu bertahan hinga turun minum. Pada babak kedua pertandingan semakin seru, Arafah lebih menekan hingga salah satu Imam Bonjol A membuat pelanggaran didekat kotak penalti. Sepakan penalti menjadikan papan skor 1-1 dan bertahan hingga waktu normal habis. Pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti.

Dalam babak adu penalti itu kiper SSB Imam Bonjol Muhammad Zada Zalpin jadi bintang lapangan. Dalam posisi suddent death Zalpin yang bertindak sebagai kiper mampu memblok sepakan pemain Arafah. Otomatis SSB Imam Bonjol champions. Sebelmnya, putra dari Afrizal dan Vivin Yunianti itu juga mampu mengagalkan sepakan pemain Arafah di saat penendang kedua.

Proses sepakan penalti itu juga berlangsung menegangkan. Tendangan pertama untuk Imam Bonjol A tidak gol, begitu pula tendangan pertama Arafah juga tidak gol alias ditepis oleh Zada. Pendang kedua dari kedua tim juga gol. Pada penendang ketiga kedua tim tidak terjadi gol. Alhasil skor penalti 1-1.

Maka dilanjutkan dengan sistem suddent death. Wasit melempar koin. Hasilnya, SSB Arafah menjadi penendang dan Imam Bonjol A sebagai penjaga gawang. Sontekan pemai Arafah akhirnya mampu di tepis dengan sangat baik oleh Zada. Otomatis Imam Bonjol A melaju ke semifinal.

Di babak semifinal bertemu SSB Victory Payakumbuh. Duel pun berkesudahan 1-0 untuk Imam Bonjol berkat gol bunuh diri pemain Victory.

Maka di partai puncak, Imam Bonjol versus SSB Kabun Junior, Rohul, Riau dan menang 2-0. Juara pun menjadi milik SSB Imam Bonjol dengan pembina Yulius Dede, mantan wasit FIFA.

Sebelumnya, SSB Imam Bonjol U12 juga tampil juara di iven yang sama dan lapangan yang sama.

“Tetap semangat, dan terus belatih jaga kesehatan dan masa depan kita masih panjang lagi. Insha Allah turnamen-turnamen berikutnya baik Kota Padang maupun diluar Kota Padang kita akan ikuti. Terima kasih kepada semua anak-anakku, terus berprestasi,” ujar Yulius Dede saat diminta komennya, Senin (20/9) di Padang. (D2)