oleh

Mahasiswa STKIP PGRI Belajar Sejarah ke Pariangan

BATUSANGKAR – Sebanyak 120 mahasiswa Program Studi (Prodi) Sejarah STKIP PGRI Sumbar melakukan kegiatan Penelusuran Objek Sejarah (POS) di Nnagari Pariangan, Tanah Datar 19 – 20 Juni ini.

Rombongan yang dipimpin Ketua Prodi Kaksin didampingi Ketua Prodi Yuliandri, dan dosen staf pengajar antara lain M.Khudri, Zulfa, Meldawati , Ranti Nazmi, Refni Yulia dan Lifia Ersi. Mereka diterima Walinagari setempat April Khatib Salim, walijorong dan beberapa orang tokoh pemuda.

Kaksim dalam arahannya mengatakan, kehadiran mahasiswanya untuk melihat secara langsung kehidupan masyarakat dan sejarah masyarakat.

“Kami mohon bantuan Pak Wali dan Pak Jorong serta tokoh-tokoh masyarakat untuk memberikan informasi dan data tentang nagari Pariangan,” kata Kaksim.

Tema kegiatan adalah sosialisasi Tentang Pewarisan Sejarah Lokal Minangkabau Bagi Generasi Muda di Nagari Tuo Pariangan kecamatan Pariangan Tanah Datar.

Selain belajar, rombongan juga akan melakukan pengabdian masyarakat. “Untuk pengabdian masyarakat kita tentukan objeknya setelah kita mengetahui situasi nagari Pariangan,” kata Kaksim.

Walinagari dalam sambutannya menjelaskan bahwa Pariangan adalah nagari tertua di Minangkabau sekaligus nagari terindah.

“Dari sinilah asal nenek moyang kita orang Minangkabau, karena itu maka nagari ini disebut sebagai nagari tertua,” katanya.

Banyak objek sejarah yang bisa dilihat dan di amati mahasiswa untuk bahan perkuliahan. Salah satunya terdapat kuburan panjang yang mempunyai alur cerita sejarah.

Tokoh masyarakat setempat Gusnaldi menjelaskan objek objek sejarah yaitu tempat Balai Panjang sebagai tempat pertemuan Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketemanggungan. Kemudian ada Balai Saruang, semacam tempat lembaga hukum adat Minangkabau, namun balai itu berfungsi.

Yang booming adalah Desa Terindah di dunia. Desa ini masih kokoh menerapkan adat dengan kuat, yang dilengkapi rumah adat dan masjid.

Objek lain adalah Batu Bertulis yang ditulis langsung oleh Aditywarman yang isinya tentang antara penanggalan yakni 1212 caka yang diperkirakan tahun Masehinya 1291 M.

Gusnaldi merujuk pendapat Suryati yang meneliti tambo Minangkabau di negeri Belanda. “Dari semua Tambo disimpulkanlah asal orang Minangkabau dari Pariangan ” katanya. (khudri)

Berita Terkait