oleh

Mahasiswa UMSB Manfaatkan Eceng Gondok Jadi Biogas

BATUSANGKAR – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) menyosialisasikan hasil penelitian mereka tentang eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang bisa menghasilkan biogas dan pupuk di hadapan ibu-ibu PKK Jorong Kayu Tanduak Nagari Aie Angek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Selasa (2/7), di aula kantor wali jorong setempat.

Menurut ketua kelompok mahasiswa Firman Syahid, kegiatan ini sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat dan dalam rangka Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

“Kami melihat banyaknya eceng gondok yang tumbuh di embung-embung di sekitar Nagari Aie Angek, dan bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Dari referensi yang ada, lanjutnya, eceng gondok setelah diolah bisa menghasilkan biogas dan pupuk. “Teknologinya cukup sederhana, makanya kami ingin hasil penelitian ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Aie Angek,” imbuh mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik UMSB itu.

Eceng gondok didekomposisi melalui proses fermentasi dengan Effective Microorganisme 4 (EM4), dan setelah beberapa waktu akan dihasilkan biogas, dan pupuk organik. “Mengenai alat dan bahan fermentasi EM4 mudah didapatkan di toko-toko pupuk,” sebutnya.

Saat sosialisasi, di samping teori juga langsung dilakukan praktek dari alat dan bahan yang telah disiapkan oleh mahasiswa UMSB. Ibu-ibu PKK sangat antusias mengikuti tutorial pembuatan biogas dan pupuk dari eceng gondok tersebut. Di akhir acara, mahasiswa menyerahkan alat-alat ke ibu-ibu PKK untuk digunakan.

Sementara itu, Kepala Jorong Kayu Tanduak Adam Ibnu Hanif, menyambut baik hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa UMSB dan berharap agar kerjasama bisa berlanjut, sebab di daerahnya bahan baku eceng gondok cukup banyak. Selama ini menjadi sampah saja, mudah-mudahan ke depan dapat dimanfaatkan.

Penelitian yang dibimbing doktor Femi Earnestly ini, dalam satu kelompok diikuti mahasiswa lainnya, Rudi Kurniawan (Fakultas Pertanian), Hasnah Wita (Fakultas Teknik), Feby Handayani (Fakultas Kesehatan dan MIPA) dan Muhammad Rizki Pratama (Fakultas Teknik). (Rel)

Loading...

Berita Terkait