oleh

Mahasiswi UPI-YPTK Wakili Sumbar di Jambore Pemuda Indonesia

PADANG – Universitas Putra Indonesia (UPI) -YPTK Padang pantas berbangga. Salah seorang mahasiswinya mewakili Sumatera Barat pada kegiatan Jambore Pemuda Indonesia (JPI) di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara pada 31 Oktober-6 November 2019 mendatang.

JPI adalah pertemuan akbar pemuda-pemudi terbaik Indonesia dalam agenda tahunan yang dilaksanakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Adalah Febri Fertiwi, mahasiwi jurusan Akuntansi UPI -YPTK Padang yang baru saja terdaftar di kampus tersebut yang mengikuti kegiatan ini. Walaupun masih semester 1 namun ia mampu membawa nama harum almamater. Tak mudah baginya hingga bisa terpilih mewakili Sumatera Barat. Serangkaian seleksi yang dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupetan Solok asal daerahnya mampu ia lewati.

“Saya ikut seleksi dulu di Kabupaten Solok. Yaitu tentang pengetahuan mengenai pemuda, organisasi kepemudaan, pengetahuan umum, dan tes bakat minat. Seleksinya cukup ketat,” kata Ibi panggilan akrabnya.

Setelah terpilih di Kabupaten Solok, kemudian ia harus ikut seleksi lagi di tingkat provinsi. Bersaing dari perwakilan pemuda-pemudi terbaik se-Sumatera Barat.

“Seleksi di tingkat propinsi jauh lebih sulit dibanding saat seleksi tingkat kabupaten. Jurinya cukup banyak,” katanya.

Pada 31 Juli 2019 lalu akhirnya 6 pasang pemenang ditetapkan oleh Kadispora Sumbar, Ibi adalah satunya. Enam pasang pemuda-pemudi terpilih ini yang akan menjadi delegasi Sumbar dalam ajang bergengsi tersebut.

“Saya bersyukur akhirnya bisa terpilih menjadi delegasi Sumbar mengikuti JPI ini. Saya akan terus mengukir prestasi terbaik untuk saya persembahkan bagi kampus, daerah, dan utamanya bagi keluarga,” katanya bangga.

Ibi ini mahasiswi yang bisa jadi inspirasi bagi anak muda lainnya. Ia terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Sejak kelas 6 SD ayahnya meninggal. Ibunya sudah berusia lebih 60 tahun dalam kondisi yang juga sering sakit. Tinggal di rumah gadang yang mengalami banyak kerusakan. Namun kondisi itu tidak menghalangi untuk berprestasi dalam berbagai bidang.

Prestasi akademiknya juga sudah terlihat sejak SMP, dari kelas 1-3 selalu juara kelas. Pernah juga ikut olimpiade Bahasa Indonesia. Saat SMA duduk di kelas unggul dan mengikuti lomba berbagai lomba dan debat.

“Saya sempat setamat SMA tidak kuliah karena orang tua tidak punya biaya. Tapi saya tetap ikut berbagai kegiatan dan organisasi,” kata alumni SMA 1 Gunung Talang ini.

Namun tahun ini bisa kuliah karena dibantu oleh kakaknya. Selain mengukir berbagai prestasi, cita-cita besar Ibi adalah bisa menamatkan kuliah tepat waktu dengan nilai yang tinggi.

“Saya ingin mendapatkan beasiswa untuk membiayai kuliah dan kebutuhan saya lainnya, karena kondisi orang tua saya yang tidak mampu secara ekonomi. Ayah saya sudah lama meninggal, Ibu juga sudah tua dan sering sakit,” katanya. (rel)

Loading...

Berita Terkait