oleh

Maju di Pilbup Solok, Nofi Candra: Saya Selesaikan Amanah Dulu

AROSUKA – Konstelasi politik lokal menjelang digelarnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 semakin dinamis. Fenomenanya, pemilihan Bupati Solok menjadi semakin seksi untuk diperburukan. Gejala tersebut tampak dari semakin banyaknya sosok yang mengatasnamakan sebagai kontestasi yang muncul atau sengaja dimunculkan agar masuk dalam bursa pemilihan bupati mendatang.

Dari sejumlah nama tokoh yang diapung-apungkan, tersiar pula kabar tentang tokoh yang sejatinya mengapung sejak awal, justru dihembuskan tidak jadi maju.

Meski sebatas rumor, tetapi isu itu menjadi bola liar diantara warna dan selera kepemilihan untuk kepala daerah di Kabupaten Solok yang masih selalu mengedepankan sentimen primordial.

Salah seorang kandidat yang terkesan ‘dibelokkan’ langkah politiknya dari aspek opini, diantaranya adalah Nofi Candra. Kendati perasaan “dibelokkan” itu tidak langsung keluar dari mulut Komisaris Utama PT Bakerindo Tetap Jaya Jakarta itu, tetapi dari rumors yang menggelinding lebih mengungkapkan tentang keraguan sikap Nofi Candra. Rumor itu menjadi informasi terbalik untuk membendung populeritas dan niat anggota DPD RI itu.

Padahal sejak subuh buta sudah dinyatakan, pemilik NC Plaza itu tidak maju lagi sebagai senator karena ingin fokus berjuang untuk Kabupaten Solok agar semakin berkembang.

Paling tidak kabar hambar itu sudah sampai ke telinga salah seorang anggota kelompok tani di wilayah Lembah Gumanti. Tanpa menyebut jatidirinya, ia mengaku kosentrasinya untuk ikut memperjuangkan nawaitu Nofi Candra menjadi bupati, terusik. “Apa benar, pak Pofi Candra tidak jadi maju ?” tanyanya pada sebuah waktu.

Makna yang tersirat dengan dikembangkannya opini Nofi Candra tidak jadi maju di Pilbup Solok, tentu saja menggambarkan pengkaburan cita-cita anggota DPD RI itu secara politis.

“Kans Nofi Candra lebih besar di bursa pemilihan Walikota Solok dibanding harus berkompetisi untuk memperebutkan kursi bupati Solok,” begitu bunyi analisa sejumlah sumber.

Untuk memastikan kemana langkah politik tokoh muda Solok yang menyukai tantangan baru itu, tentulah dirinya sendiri.

Belum ada pihak lain yang berhak menyuarakan narasi politiknya untuk kemana akan melangkah setelah selesai menjalankan tanggungjawab sebagai anggota DPD RI.

“Sebenarnya masih terlalu dini kita membicarakan pilkada. Tangungjawab saya masih ada sampai 30 September sebagai anggota DPD,” kata NC untuk menggabungkan akronim Nofi Candra dengan padanan kata New Challenge (tantangan baru)

Menurut suami Hj. Devi Femiyanti, itu, kini dirinya lebih fokus menyelesaikan amanah 5 tahun yang dipercayakan masyarakat Sumbar kepadanya sebagai anggota DPD-RI 2014-2019. “Kita selesaikanlah dulu amanah masyarakat, baru kemudian melangkah ke wilayah pengabdian yang lain. Kita berjalan tentu sesuai dengan niat awal. Setelah itu, kita baru bicara masalah Pilkada,” tegasnya.

Tetapi untuk sekadar menjawab keraguan masyarakat tentang kemana Nofi Candra setelah menyelesaikan tugasnya sebagai wakil daerah di Senayan Jakarta, putra H. Syukri yang dikenal sebagai pemilik pabrik Jagung Hybrida itu akhirnya mengeluarkan statemen. “Insya Allah maju di pemilihan Bupati Solok. Pada waktunya, kita akan deklarasi,” jawabnya pasti.

Menyertai penegasan itu, Nofi Candra mengungkapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah mempercayainya memikul amanah sebagai senator selama lima tahun.

“Dengan niat yang bersih dan atas kepercayaan berikutnya, kita akan berjuang untuk kemajuan yang lebih konkrit di Kabupaten Solok,” paparnya pasti. (arif pratama)

Loading...

Berita Terkait