Tak Berkategori  

Mak Itam jadi Lokomotif Ekonomi dan Pariwisata

Sejumlah pekerja membersihka rel Mak Itam. (desrian)

SAWAHLUNTO – Beroperasi kembali kereta api Mak Itam, Pemerintah Sawahlunto berharap dapat jadi lokomotif menghidupkan ekonomi dan pariwisata Sawahlunto dan Sumatra Barat.

“Menghidupkan perkeretaapian, efeknya bukan untuk kereta api saja akan tetapi ekonomi dan pariwisata jadi bergerak. Itu pernah kita sampaikan pada Menteri BUMN,” kata Walikota Deri Asta kepada Singgalang, Senin (24/1).

Ia mengatakan, lokomotif Mak Itam satu-satunya aset warisan dunia di Sawahlunto yang bisa digunakan dan dioperasikan saat ini.

Sangat tepat bila Mak Itam dijadikan sebagai penarik wisawatan domestik dan mancanegara untuk membangkitkan lagi pariwisata yang sempat lesu setelah terimbas pandemi virus corona.

Menurut walikota, setelah Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS) ditetap UNESCO di Baku, Azerbaijan pada 2019 lalu, saat itu momentum yang sangat tepat bagi kepariwisataan kota ini. Namun, pandemi virus corona yang melanda dunia, momentum itu menjadi berlalu begitu saja.

“Harapan kita, beroperasi kembali Mak Itam dapat pula mengembalikan momentum emas bagi Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto,” ujar Deri.

Dikemukakannya, direntang sejarah, ekonomi Sumatra Barat dahulunya hidup karena kereta api. Aktiftas ekonomi masyarakat sepanjang jalur dilalui kereta api tumbuh. Meski secara bisnis perkeretapian tidak sesuai dengan harapan, namun dampak terhadap pariwisata, ekonomi masyarakat dan daerah yang diharapkan bisa tumbuh dan bangkit.(201)