Making Indonesia 4.0, Telkomsel Dukung Gaya Hidup Digital­

 

Telkomsel terus mendorong adopsi TCASH sebagai layanan mobile money yang dapat meningkatkan kenyamanan dan kemudahan pelanggan dalam bertransaksi sehari-hari. (*)

Eriandi

SAAT tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin pertama kalinya yang menandai revolusi industri di Inggris akhir abad ke 18, terjadi perubahan secara besar-besaran di tengah masyarakat. Tidak hanya pada bidang ekonomi, tapi juga pada segala lini, termasuk gaya hidup masyarakatnya.

Revolusi industri pun menjadi salah satu tonggak sejarah terbesar dalam peradaban manusia. Kelak, revolusi industri di Inggris tersebut disebut sebagai revolusi industri generasi pertama karena ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang. Revolusi industri kemudian berlanjut ke generasi kedua yang secara signifikan mengubah wajah dunia. Ditandai dengan penemuan listrik, kemunculan pesawat terbang, mobil, telepon, dan lain-lain.

Revolusi industri generasi ketiga melanjutkan generasi sebelumnya ditandai dengan hadirnya teknologi informasi dan komputerisasi. Dan kini, dunia memasuki revolusi industri generasi keempat atau revolusi industri 4.0 yang di antaranya ditandai dengan internet untuk segala (Internet of Things /IoT), teknologi robotic dan sensor, dan segala hal yang berbau virtual.

Perkembangan teknologi berjalan begitu cepat. Namun, dari setiap revolusi industri, selalu berkaitan erat dengan inovasi, kreatifitas, dan kecepatan. Yang tak berinovasi atau mengikuti perkembangan teknologi akan tertinggal dan bahkan mati.

Indonesia pun tak melewatkan kesempatan itu. Presiden RI Joko Widodo telah meresmikan peta jalan atau roadmap yang disebut Making Indonesia 4.0. Presiden berharap, Industri 4.0 bisa menyumbang penciptaan lapangan kerja lebih banyak serta investasi baru yang berbasis teknologi.

Saat ini, komunikasi tak lagi mengenal ruang dan waktu. Uang sebagai alat tukar tak selalu berbentuk kertas dan koin. Melakukan transaksi perbankan bisa dimanapun dan sedang dalam kegiatan apapun. Memantau kondisi rumah dan kantor bisa dari tempat lain. Banyak lagi hal-hal lain yang pada dasarnya mempermudah pekerjaan manusia dan menghasilkan efisiensi serta optimalisasi kegiatan ekonomi.

Sementara itu, teknologi komunikasi yang sejak lama telah berevolusi dari analog ke digital berkembang dengan cepat dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dari generasi pertama (1G) berteknologi jaringan pada tahun 1980, kini sudah memasuki generasi ke lima (5G). Perkembangan teknologi digital dalam dunia komunikasi itu tentunya sangat dibutuhkan untuk membangun ekosistem industri 4.0.

Gaya hidup digital pun mau tak mau kian menjadi tren dan menjadi suatu keniscayaan yang akan dilalui untuk mendukung efisiensi dan menjalani kehidupan sehari-hari. Masyarakat menginginkan segala kebutuhannya bisa dilayani dengan cepat dan mudah.

Telkomsel, operator seluler yang selalu menjadi leader dalam teknologi komunikasi di Indonesia, terus berinovasi untuk menjawab kebutuhan gaya hidup digital masyarakat. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Telkomsel menyiapkan ekosistem layanan digital dan layanan broadband internet yang memberikan layanan terbaik kepada pelanggannya.

Dalam membangun ekosistem digital yang lengkap, tidak hanya terus menggelar jaringan broadband berkualitas hingga pelosok nusantara, Telkomsel juga memperluas penetrasi smartphone, serta beragam aplikasi dan layanan digital berkualitas. Melalui kolaborasi dengan beberapa mitra distributor sebagai penyedia berbagai perangkat seluler yang canggih dan berkualitas, masyarakat pelanggan memiliki banyak pilihan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Telkomsel pun mendukung perkembangan gaya hidup digital masyarakat dengan memberikan beragam pilihan layanan digital yang dibutuhkan. Di antaranya, Tcash, penyediaan berbagai aplikasi, IoT untuk solusi bisnis dan digital security, juga layanan terbaru digital banking berupa aplikasi mBanking Telkomsel. MBanking Telkomsel adalah sebuah aplikasi Mobile Banking Telkomsel yang memberikan kemudahan kepada pelanggan untuk dapat mengakses rekening bank yang dimiliki melalui ponsel.

Sementara itu, Tcash atau bisa dibilang sebagai uang digital terus dikembangkan penggunaannya. Sebelumnya dapat digunakan untuk melakukan pengiriman dan penerimaan uang, pembayaran tagihan telepon, PLN, dan PDAM. Kini, Tcash juga dapat dimanfaatkan sebagai metode pembayaran non-tunai untuk layanan Blue Bird dan moda kendaraan lainnya, seperti kereta bandara Railink di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng dan Kualanamu, Medan serta Bus Rapid Trans (BRT) Semarang. Tcash juga akan dijadikan pembayaran berbasis digital (e– payment) di lingkungan bandara Angkasa Pura II.

Di beberapa daerah, layanan uang digital Tcash juga merambah ke layanan publik, seperti membayar pembuatan maupun perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), layanan berbasis digital untuk akses bersedekah, dan lainnya.

Tak hanya mengembangkan layanan gaya hidup digital bagi kaum urban dan milenial, Telkomsel juga membawa virus digitalisasi pada kaum petani dan petambak. Dengan menggandeng pelaku startup, sebuah program e-agriculture yang dinamakan PETANI dimaksudkan untuk memberdayakan komunitas petani di Indonesia dari hulu ke hilir melalui pemanfaatan teknologi, khususnya seluler dan internet of things (IoT). Selain meningkatkan produktivitas, PETANI juga bertujuan mengurangi biaya, dan meminimalisir kemungkinan gagal tanam. Sedangkan bagi nelayan dan petambak, Telkomsel berkolaborasi dengan eFishery dan Japfa menghadirkan Kampung Perikanan Digital di kawasan Indramayu.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, perkembangan teknologi digital perlu dimanfaatkan bersama secara positif untuk mendukung perkembangan bangsa. Kemajuan teknologi akan membuka berbagai kesempatan baru, sehingga dapat mendorong perubahan serta menghadirkan berbagai dampak sosial yang positif di tengah-tengah masyarakat.

“Telkomsel konsisten untuk melakukan penggelaran jaringan hingga ke pelosok negeri agar lebih banyak lagi masyarakat yang dapat terhubung dengan internet dan layanan digital. Hal ini merupakan upaya Telkomsel dalam membangun ekosistem digital di Indonesia,” kata Ririek beberapa waktu lalu.

Perkuat Ekosistem Industri 4.0 dengan TINC

Sebagai bagian dukungan Telkomsel untuk program pemerintah “Making Indonesia 4.0”, Telkomsel telah menginisiasi Telkomsel Innovation Center (TINC) yang merangkum berbagai kegiatan dalam membentuk ekosistem IoT Indonesia. Di antaranya berupa penyediaan laboratorium IoT, program mentoring dan bootcamp bersama pakar di bidang IoT, serta networking access bagi para startup, developer, maupun system integrator dengan para pemain industri.

Program TINC mendorong terciptanya solusi IoT untuk produk siap pakai yang juga layak jual secara bisnis bagi masyarakat. Dengan menginisiasi TINC, Telkomsel memberikan kesempatan bagi para inovator untuk berkolaborasi dengan Telkomsel, membuka akses masuk ke pasar pelanggan dan mitra ritel Telkomsel serta memberikan dukungan pendanaan hingga ke proses komersialisasi produk.

Vice President Corporate Planning Telkomsel Andi Kristianto saat peluncuran TINC sekaligus NB-IoT Lab pertama di Indonesia di Balai Kartini, Jakarta pertengahan tahun 2018 lalu mengatakan, sebagai market leader industri telekomunikasi tanah air, Telkomsel berkomitmen untuk terlibat aktif dalam perkembangan IoT Indonesia. TINC menargetkan menjadi wadah bagi ratusan inovator tanah air.

Selama setahun berjalan, kolaborasi bersama para inovator yang berada di bawah naungan TINC sudah menghasilkan berbagai solusi bisnis berbasis NB-IoT (Narrowband Internet of Things). Beberapa solusi IoT sudah melewati masa inkubasi dan beberapa lainnya akan segera masuk ke tahap komersialisasi.

Teknologi 5G

Tak berhenti di sana, setelah menjadi yang pertama menghadirkan teknologi 3G dan 4G di Indonesia, Telkomsel menjadi yang pertama kali menghadirkan pengalaman 5G di negeri ini. Secara resmi teknologi revolusioner 5G telah diluncurkan saat momen Asian Games 2018 beberapa waktu lalu. Melalui teknologi 5G, Telkomsel ikut mendukung kemajuan bangsa dengan menghadirkan teknologi revolusioner yang dapat merubah cara hidup saat ini yang di kemudian hari akan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara nyata. Teknologi 5G dapat memperkuat daya saing industri Indonesia di tingkat internasional di berbagai bidang seperti medis, transportasi, dan manufaktur.

Teknologi 5G akan merubah cara kerja dengan tidak menggunakan manusia sebagai komponen utama, namun menggunakan mesin dalam menghadirkan layanan IoT. Kemajuan teknologi 5G akan memunculkan berbagai macam teknologi revolusioner. Manfaat dan keunggulan dari teknologi 5G di masa yang akan datang adalah high speed data rate, lower latency, geo-tagging, dan autonomous driving. Contoh implementasinya di industri seperti remote surgery di bidang medis, mobil tanpa sopir di bidang transportasi, dan robotic manufacturing dalam bidang manufaktur.

Revolusi industri 4.0 memang telah membawa gaya hidup digital yang membuat efisiensi dan kemajuan di segala hal. Namun, di sisi lain, revolusi industri 4.0 banyak juga menelan korban dengan matinya perusahaan-perusahaan raksasa. Inovasi dan kelincahan perusahaan menjadi kunci keberhasilan. Telkomsel telah membuktikan inovasinya dengan terus mengembangkan beragam layanan dan teknologi sembari menggali potensi-potensi anak-anak bangsa hingga Indonesia bisa bersaing secara global. (*)

Loading...