Tak Berkategori  

Malaysia Airlines Secara Teknis Bangkrut

malaysia airlines

KUALA LUMPUR – CEO baru maskapai penerbangan Malaysia Airlines mengatakan, maskapai tersebut secara teknis ‘bangkrut’. CEO baru asal Jerman itu menguraikan rencana untuk menstabilkan kegagalan maskapai pembawa bendera Malaysia itu termasuk memangkas 6.000 pegawai.

“Kami secara teknis bangkrut dan bahwa penurunan kinerja telah dimulai jauh sebelum peristiwa tragis 2014,” Christoph Mueller mengatakan kepada wartawan, Senin (1/5), mengacu dua bencana mematikan yang mengguncang maskapai pada tahun lalu.

Malaysia Airlines mengambil langkah besar pertama pada Senin di bawah Mueller, mengirimkan surat penghentian kepada seluruh karyawannya sekitar 20.000, diikuti oleh kontrak baru yang ditawarkan kepada 14.000 dari mereka.

Langkah tersebut yang diperkirakan memangkas sekitar 6.000 pekerja.

Mueller sebelumnya telah melakukan langkah serupa di Aer Lingus Irlandia dan Sabena Belgia yang membuatnya mendapatkan julukan “The Terminator” untuk pemangkasan pegawainya.

Di bawah Mueller, 52, maskapai berencana untuk “menciptakan ulang” dirinya sendiri mulai 1 September dengan citra merek baru yang belum ditentukan dan diharapkan seragam baru karena perusahaan berusaha untuk melepaskan stigma dari bencana 2014.

Pada Maret tahun lalu, penerbangan MH370 menghilang dengan 239 penumpang dan awak pesawat dan hingga kini masih hilang. Empat bulan kemudian, penerbangan MH17 meledak di angkasa diduga akibat tembakan rudal darat-ke-udara di atas Ukraina dan semua 298 orang di dalamnya tewas.

Tragedi adalah perang terakhir untuk sebuah maskapai penerbangan yang para analis katakan telah menjadi dikelola dengan buruk selama bertahun-tahun, tergelincir lebih jauh ke merah.

Sebuah perusahaan dana investasi milik negara mengambil alih dalam upaya penyelamatan terakhir pada tahun lalu, menempatkan Mueller mengambil alih pucuk pimpinan.

Mueller mengatakan ia berencana untuk “menghentikan pendarahan” pada 2015, menstabilkan bisnis pada tahun depan, dan berusaha untuk mulai tumbuh lagi pada 2017.

Selain pemotongan staf, Malaysia Airlines diperkirakan akan memangkas rute jarak jauh yang tidak menguntungkan, tetapi Mueller mengatakan rencana tersebut belum bisa diungkapkan untuk alasan persaingan. (*/lek)

sumber: antara