oleh

MAN Kota Pariaman tak Layak, Jangan Anaktirikan Sekolah Agama

PARIAMAN – H M Nurnas kembali melakukan reses di daerah pemilihanya, Kota Pariaman, Senin (11/11). Saat menjemput aspirasi di MAN 1 Pariaman, ia menyoroti fasilitas sekolah yang sudah rusak dan tidak berfungsi.

Menurutnya, kondisi ini akibat kurangnya perhatian dari pemerintah daerah, terutama Pemerintah Provinsi Sumbar. Ia menyampaikan hal itu ketika membuka pelatihan kepenulisan dan kepemimpinan di sekolah tersebut.

“Hari ini saya berada dalam ruangan yang sangat sederhana sekali, lotengnya pun  bolong-bolong, ventilasi udara juga ditutupi oleh plastik hitam dan spanduk, ini memprihatinkan. Namun, saya bersyukur bisa hadir di aula ini,” ujarnya.

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Sumbar itu mengungkapkan dapat bersilaturahmi ke MAN 1 Pariaman, sehingga bisa menyaksikan langsung kondisi sekolah. Dirinya akan menyuarakan hal ini di DPRD Provinsi.

“Kepada dinas terkait, baik Kemenag RI, maupun Pemprov Sumbar supaya tidak menganaktirikan sekolah-sekolah agama,” tegas Nurnas dihadapan ratusan peserta pelatihan.

Hal senada diungkapkan Kepala MAN 1 Kota Pariaman Zalkhairi dalam sambutannya. Menurutnya sekolah saat ini tidak representatif terhadap proses belajar mengajar Siswa, mengingat banyaknya lokal yang tidak layak pakai.

“Dari 19 lokal yang ada, hanya 12 lokal yang representatif, 7 lokal lainnya terbilang darurat, bahkan yang dulunya tempat galeri, asrama dan Musholla yang dibangun Alumni, sementara kami pakai dulu untuk kegiatan belajar mengajar,” urainya.

Ucapan terimakasih juga disampaikan Zulkhairi kepada Scientia yang telah menjembatani silaturahmi antara pihak sekolah dengan Kemenag Pariaman, dan H. M. Nurnas. Ke depan, dirinya berharap agar sekolah mendapat perhatian dari semua pihak.

“Ini sekolah tertua di Pariaman, dulunya bernama PGA (Sekolah Pendidikan Guru), kemudian beralih ke madrasah, hingga saat ini belum tersentuh penambahan fasilitas, kawan-kawan Scientia bisa lihat mau shalat saja kita mesti berjalan ke depan” tuturnya

Meskipun demikian, Kepala MAN menegaskan akan tetap memegang teguh amanah sebagai insan pendidikan. Oleh karena itu, 67 guru pengajar di Sekolah itu diupayakan agar dapat beraktifitas seperti biasa.

Pantauan Scientia, kondisi lokal tempat proses belajar mengajar MAN Kota Pariaman memang memprihatinkan. Dari tujuh yang tak layak itu, empat lokal diantaranya merupakan berdinding triplek dan tanpa jendela.

Turut hadir dalam kegiatan reses itu, Kepala KAN Kemenag Kota Pariaman, H, M. Nur MA, Kasi Pendidikan Islam Kemenag Kota Pariaman Zahardi MA dan Kasubag TU Kemenag Kota Pariaman, Syaiful Azmi. (rel)

Loading...

Berita Terkait