Tak Berkategori  

Manajemen Pendidikan dan Guru yang Hebat

Oleh Masyta/ Mahasiswi IAIN Batusangkar

Secara khusus dalam konteks pendidikan, Djam’an Satori (1980) memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapau tujuan pendidikan yang telah ditetapkansecara efektif dan efesien”. Sementara itu, Hadari Nawawi (1992) mengemukakan bahwa “administrasi pendidikan sebgai rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang diselenggarakan dilingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal”. Kemudian Husaini Usman (2011) mengemukakan bahwa manajemen dalam arti luas adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian (P4) sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.

Dapat kita simpulkan dari pengertian manajmen pendidikan diatas bahwa manajemen adalah sebuah proses perencanaan dimana merencanakan  sebuah hal yang menjadi tujuan bersama misalnya kemajuan instansi pendidikan itu sendiri, diamana dengan adanya manajemen pendidikan yang baik  maka akan ada kemajuan dan kejayaan bagi instansi pendidikan itu sendiri. Manajemen pendidikan yang baik itu adalah yang mempunyai perencanaan untuk maju dan berkembang tertuju pada tujuannya, adanya pengorganisasian sebuah tindakan yang mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara individu atau kelompok  dalam manajmen pendidikan tersebut, adanya pelaksanaan (actuating) yaitu lebih menekankan pada sebuah kegiatan yang berhubungan langsung dengan individu-individu dalam organisasi, terakhir yaitu pengawasan diamana adanya sebuah pengawasan dari sebuah pelaksanaan yang telah dilakukan, agar dapat terarahnya dengan konsisten sebuah kegiatan yang telah dilakukan.

Berkaitan dengan pengertian manajemen pendidikan maka kita juga harus menetahui fungsi dari manajemen penddidikan itu sendiri diamana ada beberapa fungsi yaitu merujuk pada pemikiran G.R. Terry meliputi: (1). Perencanaan (planning), (2) pengorganisasian (organizing), (3) pelaksanaan (actuating), dan (4) pengawasan (contolling). Kemudian merujuk pada Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas yaitu ada manajemen kurikulum, manajemen kesiswaan, manajemen personalia, manajemen keuangan, manajemen perawatan preventif sarana, dan prasana sekolah, namun menurut operasional pendidikan yaitu adanya manajemen kurikulum, manajemen sumber daya manusia, manajemen kesiswaan, manajemen sarana dan prasarana, manajemen keuangan, manajemen sistem informasi, manajemen hubungan masyarakat, manajemen kelembagaan. Berkaitan dengan itu guru yang hebat tedapat di operasional pendidikan pada bagian manajemen sumber daya manusia diamana disini memicu pada kualitas tenaga pendidik dan staf karyawan yang lainnya, dimana dengan adanya manajemen yang baik maka akan ada kualitas guru sebagai tenaga pendidik yang hebat dimana adanya peningkatan efektivitas dan efesien pendidikan, kemudian adanya perencanaan analisis sistematis yang meliputi dua hal yang pertama analisi yang berkaitan dengan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh guru dan karyawan (job description),  kedua analisis yang berkaitan dengan kemampuan dan keterampilan yang diperluaskan untuk menjalankan tugas-tugas (job analysis). Guru yang hebat dapat dilihat dari pelaksanaan tugas-tugas yang baik, kemudian pendidik yang kompeten, dimana adanya kebahagiaan yang dapat dirasakan oleh siswa sekitar dengan adanya sang guru tersebut dengan istilah jika dia ada dia disayangi, jika dia tak ada dia dicari, kemudian adanya pelaksanaan tugas-tugas yang telah ditentukan telah diselesaikan dengan baik dan bertanggung jawab. Guru yang hebat adalah guru yang bisa memberikan kebahagiaan kepada siswa dengan keberadaannya.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia (KBI), guru diartikan sebagai orang yang kerjanya ialah sebagai pengajar, kemudian menurut (Sudirman, 2001:123) guru ialah semua orang yang berwenang serta juga bertanggung jawab terhadap suatu pendidikan murid-murid, baik itu secara individual juga secara klasikal, baik disekolah ataupun diluar sekolah. Guru yang hebat dan profesional juga mempunyai empat kompetensi yang sudah ditetapkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 pada Tahun 2005 mengenai Guru dan Dosen yaitu; (1) kompetensi pedagogik, (2) kepribadian, (3) professional, (4) sosial, juga harus mempunyai ilmu pengetahuan yang luas, bijak, dan juga mampu untuk bersosialisasi dengan baik. Guru yang hebat dan profesional memiliki kriteria yaitu; (1) memiliki akhlak dan budi pekerti yang luhur dan memberikan contoh yang baik kepada siswa, (2) memiliki kemampuan dalam mendidik juga mengajar siswa dengan baik, (3) memiliki kualifikasi akademik, (4) menguasai dan memahami administrasi kependidikan seperti RPP, Silabus, Kurikulum, KKM, dan lain sebgainya, (5) memiliki semangat dan motivasi yang tinggi dalam mengabdikan ilmu yang dimikinya kepada siswa, (6) mengikuti diklat dan pelatihan guru, (7) aktif, kreatif, dan juga inovatif, (8) gemar membaca, (9) dapat berinteraksi dengan siswa, orang tua siswa, rekan kerja serta dan lingkungan sekitar dengan baik, (10) memiliki sikap kasih sayang dn asa ikhlas dalam mengajar. Dengan adanya guru yang hebat maka akan ada murid yang hebat pula, sebagaimana kutipan dari perkataan Mis Mathur dalam film yang berjudul Hichki “ Tidak ada murid yang buruk, hanya guru yang buruk”. Ayo menjadi guru yang hebat dan profesional sebab Indonesia butuh guru yag hebat dan profesional, penulis yakin aku, kamu, mereka, dia, dan kita mampu menjadi pendidik yang hebat dan profesional untuk penerus generasi Indonesia. (*)