oleh

Mandiri Syariah Bukukan Laba Bersih Rp605 Miliar

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari, yang didampingi oleh jajaran Direktur Mandiri Syariah lainnya, pada pemaparan kinerja 2018, di Wisma Mandiri Thamrin Jakarta Senin (11/3). (*)

JAKARTA – Pemaparan Kinerja tahun 2018, PT Bank Syariah Mandiri, berhasil membukukan laba bersih tembus Rp605 miliar, naik 65,74% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp365 miliar. Peningkatan laba ini didorong oleh FBI Perseroan sebesar 19,4% semula Rp943 miliar tahun 2017 menjadi Rp1,13 triliun per Desember 2018.

Sepanjang 2018 beberapa pengembangan pada transaction banking meningkat cukup baik. Terutama sektor melalui pelayanan mobile banking dengan keungulan beragam fiturnya dan, pembukaan rekening online, dan layanan asisten interaktif Aisyah.

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari, pada saat pemaparan kinerja 2018, di Wisma Mandiri Thamrin Jakarta Senin (11/3) mengatakan, pengembangan bisnis ke arah transaction banking meningkatkan pendapatan berbasis fee (Fee Based Income/FBI).

Sepanjang 2018 indikator bisnis perusahaan seperti pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), pembiayaan mengalami peningkatan sangat baik. Untuk tahun ini dengan total asset mencapai Rp98,34 triliun Mandiri Syariah sudah naik ke peringkat 15 di Indonesia. Hal ini BSM sudah masuk 15 bank besar, tambah Toni.

Selain dari FBI, sumber laba perusahaan adalah pertumbuhan pendapatan margin bagi hasil bersih yang meningkat Rp402 miliar atau secara tahunan tumbuh 5,52% menjadi Rp7,69 triliun per akhir 2018. Pendapatan margin bagi hasil bersih Perseroan pada tahun 2017 sebesar Rp7,29 triliun. Pertumbuhan margin bagi hasil bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan dan perbaikan kualitas pembiayaan.

Dibandingkan asset tahun sebelumnya sebesar Rp87,94 triliun, kenaikan asset bank sebesar 11,83% (yoy). Peningkatan asset didorong oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 12,30 % (yoy) dari Rp77,90 triliun menjadi Rp87,47 triliun per Desember 2018. Komposisi Low Cost Fund sebesar Rp44,46 Triliun, tumbuh 10,16% (yoy)  atau porsinya 50,82% dari total DPK yang berhasil dihimpun. Dengan penambahan 759 ribu rekening baru, total rekening nasabah Mandiri Syariah pada akhir Desember 2018 sebanyak 7,99 juta rekening.

Disampaikan oleh Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho, akan tetap focus pada penghimpunan dana murah dan melanjutkan fitur-fitur digital bank untuk meningkatkan transaksi.

Selain itu Mandiri Syariah saat ini telah mengembangkan QR Pay, dan layanan crowdfunding. Sebagai institusi syariah kami percaya bahwa salah satu ciri khas kaum milenial adalah peduli dan berbagi. Untuk itu perusahaan menghadirkan fitur wakaf digital melalui mobile banking dan web khusus, pada fitur pembayaran zakat melalui ATM dan mobile.

Dari sisi Pembiayaan, sampai dengan akhir 2018 Mandiri Syariah telah menyalurkan sebesar Rp67,75 triliun atau tumbuh 11,63% dibanding tahun sebelumnya. Penumbuhan pembiayaan tersebut diiringi dengan perbaikan kualitas yang tercermin dari penurunan NPF Nett turun dari 2,71% menjadi 1,56%.

Pada pembiayaan Ritel mencatatkan pertumbuhan lebih baik mencapai sebesar 15,49% menjadi Rp39,95 triliun per akhir 2018.  Adapun pembiayaan segmen Wholesale (Korporat dan Komersial) tumbuh 6.5 persen (year on year) semula Rp26,1 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp27,79 triliun pada akhir 2018.(sm)

News Feed