Mantan Direktur PDAM Tirta Langkisau Jalani Sidang Dugaan Korupsi

PADANG – Sidang perdana kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat mantan Direktur Perusahaan Air Mi­num Daerah (PDAM) Tirta Langkisau, Pesisir Sela­tan digelar Selasa (22/11) di Pengadilan Negeri Padang.

Pada sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut, JPU menyebut ada dua terdakwa dalam kasus ini dengan berkas terpisah, yaitu Gusdan Yuwelmi yang merupakan mantan Direktur PDAM Tirta Langkisau, dan mantan Kabag Teknik PDAM Tirta Langkisau, Robenson.

JPU, Muhasnan menyebut, kedua terdakwa diancam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

JPU juga menyebutkan, kerugian negara atas dugaan tindak pidana korupsi pada penggunaan dan pengelolaan anggaran PDAM Tirta Lang­kisau Kabupaten Pesisir Selatan tahun anggaran 2019 sampai dengan 2020, kurang lebih sebesar Rp.835 juta.

Usai pembacaan dakwaan, kedua terdakwa bersama penasehat hukumnya tidak mengajukan eksepsi terhadap dakwaan tersebut.

“Tidak ada pembuktian, maka sidang dilanjutkan pada Rabu, 30 November mendatang,” kata hakim ketua, Khairulludin.

JPU usai sidang menjelaskan, selain adanya aliran dana fiktif, kemudian terdakwa terjerat karena pembuatan jalur distribusi pipa yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, dan juga bon pipa yang ternyata juga diduga fiktif.

Diketahui juga sebelumnya, kedua terdakwa ditetapkan sebagai tersangka pada 29 September 2022, yang kemudian dilakukan penahanan terhadap keduanya.

Selain itu, dalam penyidikan, tim dari Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan telah memintai keterangan 13 orang saksi sejak ditetapkannya keduanya sebagai tersangka. (Wahyu)