Tak Berkategori  

Marinir dan KKP Transplantasi 800 Bibit Terumbu Karang di Pulau Kasiak

 Para pegiat olahraga selam memasangkan bibit terumbu karang ke rak  media transplantasi untuk selanjutnya diletakan di beberapa lokasi di Pulau Kasiak, Pariaman. (tomi)

Para pegiat olahraga selam memasangkan bibit terumbu karang ke rak  media transplantasi untuk selanjutnya diletakan di beberapa lokasi di Pulau Kasiak, Pariaman. (tomi)

PARIAMAN – Prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarharlan) Lantamal II Padang  bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dan sejumlah komunitas olahraga selam, Melakukan monitoring dan transplantasi terumbu karang di Pulau Kasiak, Pariaman.

Sedikitnya 40 rak meja atau 800 bibit terumbu karang ditransplantasi dalam kegiatan tersebut. Dalam  kegiatan tersebut juga dilakukan  penyisipan terhadap ratusan rak meja bibit terumbu karang yang sebelumnya telah ditransplantasi.

“Monitoring dan transplantasi untuk mendukung program transplantasi satu juta terumbu karang yang  digalakan Korp Marinir di Indonesia, salah satu lokasinya di Pulau Kasiak, Pariaman. Kita juga  melibatkan klub-klub selam dan masyarakat,” kata Ikhsan tim dari KKP RI, Rabu (23/12).

Ada 40 rak meja terumbu karang dari KKP RI untuk mendukung percepatan program transplantasi terumbu karang  Pulau Kasiak. Kedepan, hasil transplantasi ini akan sangat bermanfaat untuk masyarakat, termasuk untuk  mendukung pariwisata bahari. Terumbu karang adalah daya tarik wisata snorkeling dan diving (menyelam).

Ikhsan menilai, kondisi dan potensi terumbu karang di perairan Pulau Kasiak cukup bagus. Disini  keanekaragaman jenis terumbu karang cukup terjaga. Namun, ada beberapa jenis yang perlu dikembangkan  lagi melalui program transplantasi. Salah satunya karang jenis acropora.

Ia berharap, pengawasan terhadap kawasan terumbu karang hasil transplantasi tersebut perlu  ditingkatkan. Pengawasan harus melibatkan semua pihak. Pemerintah, pelaku usaha jasa perahu wisata, komunitas penyelam, nelayan dan wisatawan sendiri. Monitoring harus digiatkan secara rutin, katanya.  (tomi)