oleh

Masa Tanggap Darurat Gempa Solsel Berakhir

Salah satu rumah terdampak gempa di Solok Selatan (ist)

SOLOK SELATAN – Penanganan medis warga terdampak gempa, kembali dilakukan dengan pelayanan normal di Polindes, Puskesmas atau rumah sakit. Itu karena masa tanggap darurat telah berakhir.

“Seluruh dokter, bidan dan perawat yang dikerahkan kemarin, sudah ditarik dan kembali ke tempat tugasnya masing-masing sejak Rabu (13/3),” kata Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman, Kamis (14/3) di ruang kerjanya.

Terkait evaluasi selama masa tanggap darurat, disampaikan Novirman, bahwa untuk cluster kesehatan, berjalan baik dan tidak terkendala. Termasuk menyangkut anggaran, bisa terpenuhi dengan anggaran yang ada di Dinas Kesehatan Solok Selatan sendiri.

Disampaikannya, seluruh biaya bisa teratasi dengan menggunakan biaya operasinal dinas
kesehatan. “Ada sejumlah mata anggaran yang bisa digunakan untuk pelaksanaan tugas di
lapangan,” jelas Novirman.

Obatan-obatan, peralatan medis, termasuk biaya operasional petugas medis selama masa
tanggap darurat, dibiayai dari anggaran dana operasional kesehatan (DOK). “Alhamdulillah,
tidak terkendala untuk pelayanan kesehatan kepada warga,” ucap Novirman.

Terkait laporan pelaksanaan kegiatan cluster kesehatan selama masa tanggap darurat, dia
menyebutkan bahwa jumlah pasien yang datang berobat mencapai 600 orang lebih. Jumlah itu, sekitar 16 persen dari jumlah warga terdampak gempa, 4000 orang lebih. Jenis penyakit mayoritas, ispa dan demam. (rifki)

News Feed