oleh

Masyarakat Sumbar Diminta Waspadai Beras Sintetis

Salah seorang pedagang menunjukan jenis beras sentra ramos di Pasar Tanah Merah Mutiara Gading Timur, Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/5). Beras yang berasal dari Karawang tersebut dengan merk sentra ramos yang dijual Rp 8.000, diduga merupakan beras bercampur bahan sintetis. (antara)
Salah seorang pedagang menunjukan jenis beras sentra ramos di Pasar Tanah Merah Mutiara Gading Timur, Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/5). Beras yang berasal dari Karawang tersebut dengan merk sentra ramos yang dijual Rp 8.000, diduga merupakan beras bercampur bahan sintetis. (antara)

PADANG – Meski beras palsu (sintetis) belum masuk ke Sumbar, masyarakat diminta tetap waspada. Selain merugikan, beras tersebut juga membahayakan kesehatan.

Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan adanya penjualan beras sintetis di berbagai pasar di Sumbar. Akan tetapi,  pengawasan ke lapangan oleh Badan Urusan Logistik, Dinas Perdagangan, dan pihak terkait lainnya, tetap perlu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya beras sintetis ke pasar-pasar di Sumbar.

“Saat ini beras sintetis belum kita temukan. Tapi, Bulog tetap harus monitoring ke lapangan. Kalau sempat ada beredar di daerah kita, kan rusak juga image kita, padahal kita penghasil beras kualitas bagus,” ungkapnya usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 107 di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, Rabu, (20/5).  (yose)

Loading...

Berita Terkait